Bila Bupati Sragen Yuni Jadi Vaksinator di Lingkungan Pemkab Sragen, Begini Reaksi Para Pegawai

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Vaksinasi gelombang ke-2 Kabupaten Sragen berlangsung Senin 22 Februari 2021. Para pejabat di lingkungan Pemkab Sragen menjalani vaksinasi di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen.

Ada yang berbeda pada kegiatan vaksinasi dalam penanggulangan Covid-19 ini. Sebab, vaksinator ditangani langsung Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Sementara para legislator melaksanakan vaksinasi usai menghadiri rapat paripurna.

Yuni memvaksi sejumlah pejabat eselon II atau kepala dinas saat pencanangan vaksinasi di Sekretariat Pemkab Sragen. Pada hari pertama ini ada 120 orang yang mendapat vaksin. Meliputi 70 pejabat pemkab Sragen dan 60 orang anggota DPRD beserta sekretariat dewan.

Tetapi beberapa orang yang tertunda akibat masalah kesehatan. Seperti Asisten Sekda Simon Nugroho, Ketua Fraksi PKB Farhurahman, Ketua Fraksi PKS Anggoro Sutrisno, Wakil Ketua DPRD Muslim dan Ketua Fraksi PDIP Bambang Samekto serta anggota Fraksi PDIP Joko Setiawan karena pernah terpapar Covid-19.

Di sela vaksinasi, Bupati Yuni mengaku sengaja meminta untuk menjadi vaksinator untuk para pejabat eselon II. Bupati mengaku ingin memberikan kenang-kenangan, bahwa divaksin oleh bupatinya sendiri. Kondisi ini belum pernah terjadi di daerah lain.

”Alhamdulillah hari ini bisa dan saya lama gak pegang jarum. Sempat grogi, karena hampir 5 tahun atau semenjak menjabat kepala daerah tidak memegang jarum suntik. Terakhir nyuntik itu ya sebelum jadi bupati,” selorohnya.

Yuni mengaku ingin menguji kemampuannya sebagai dokter, masih cukup ahli atau tidak.Selain itu tentu kebanggaan buat ASN karena bupatinya sendiri yang melakukan vaksinasi.

Sedangkan Sekda Sragen Tatag Prabawanto menjadi orang pertama yang disuntik Vaksin Covid-19 oleh Bupati Yuni. Tatag sempat berteriak-teriak ketakutan saat bupati mulai memegang jarum suntik sebelum ditenangkan Ketua Ikatan Bidan Indonesi (IBI) Damai Tatag Prabawanto. Tetapi setelah disuntik mengaku tidak merasakan sakit sedikitpun saat menerima suntikan dari bupati.

”Tidak tidak merasakan apapun. Baik baik saja. Dan kami sudah merasakan divaksin jadi masyarakat jangan percaya dengan berita medsos yang tidak percaya divaksin,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto mengatakan bahwa Senin (22/2) pagi telah menerima 10 ribu dosis vaksin yang akan digunakan untuk 5 ribu orang. Saat ini data yang sudah masuk ke DKK untuk vaksinasi tahap dua 33.177 orang. Sementara yang sudah masuk teregister ke kementerian kesehatan 24.100 jiwa, sisanya akan menyusul bertahap.

“Saat ini terdata TNI Polri ASN, ASN itu 9192. Guru 7.298 Polri 1000 BUMN 1000 non ASN pedagang baru 500,” jelasnya. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *