Pabrik Nugget-Sosis Bakal Berdiri di Desa Pagak Sumberlawang Sragen, Begini Respons Pemdes dan Warga

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kabar gembira! Salah satu investor bakal membangun pabrik di Sragen wilayah barat. Wilayah Sragen barat masih menjadi salah satu pilihan investor mengembangkan bisnisnya di Bumi Sukowati.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, investor tersebut kabarnya akan mendirikan pabrik makanan daging olahan atau nugget dan sosis di Dukuh Plosorjo, Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Rencananya, pabrik nugget di desa Pagak berdiri di atas lahan seluas 6 hektare, dengan jenih tanah tegalan dan sawah tadah hujan.

Kepala Desa Pagak Solekhan saat ditemui membenarkan jika lokasi pembangunan pabrik tersebut akan berdiri wilayahnya di Jalan Raya Solo – Purwodadi tepatnya di Kampung Plosorjo, timur SPBU Karang Tengah.

“Iya benar ada investor yang masuk di desa kami, bakal berdiri pabrik nugget dan sosis di desa pagak, alhamdulillah juga ini pembebasan lahanya juga sudah selesai lahan sudah dibeli dari warga,” kata Kades Pagak, Kamis 25 Februari 2021.

Kades Pagak juga mengatakan, dengan berdirinya pabrik di desa pagak bakal menyerap tenaga kerja di Desa pagak dan mengurangi pengangguran di wilayah, sehingga desa pagak bisa lebih maju dengan terbukanya lapangan kerja di Pagak.

“Tentunya kalau adanya pabrik disitu akan menyerap tenaga kerja di wilayah pagak dan sekitarnya, pastinya banyak anak muda yang belum bekerja akan bisa bekerja di wilayah sendiri tanpa harus merantau di kota kota besar. rencananya bakal menyerap 3 ribu tenaga kerja untuk di tempatkan di pabrik tersebut,” bebernya.

Perjuangan Solekhan dan tim pembebasan lahan dalam mensosialisasikan investor yang masuk di Pagak juga cukup dibilang jatuh bangun, Kades muda yang berawal dari tukang bengkel Las tersebut harus memahamkan warga satu-persatu mangfaat berdirinya pabrik tersebut. Sebelumnya warga juga takut dan khawatir akan adanya informasi pembangunan pabrik.

“Sholekan mengakui, ada warga yang menolak lahan miliknya dibeli oleh investor. Namun, hal itu bukan menjadi masalah karena lokasinya tidak mengganggu upaya pembangunan pabrik.

“Iya ada, dikira kami adalah makelar atau blantik. Padahal saya dan tim tulus membantu masyarakat dan kami juga tidak meminta apapun dari masyarakat, tapi itu menjadi kebanggaan bagi kami dan tim, dulu aja minta foto copy KTP dan KK aja sulitnya minta ampun harus kita lakukan pendekatan persuasif dan pokonya perlu tenaga ekstra untuk memahamkan masyarakat,” katanya.

Proses pembayaran ganti rugi lahan sudah selesai. Namun, untuk proses pembangunan pabrik belum bisa dipastikan. Selama proses pembangunan nanti diharapkan juga memaksimalkan tenaga warga sekitar,” ujarnya.

Terdapat 30-an warga telah menerima pembayaran ganti rugi tanah untuk pembangunan pabrik di Pagak Sumberlawang.

Proses pembebasan lahan berjalan selama 3 bulan. Pemerintah desa pun senang dan bangga dengan adanya pabrik di Pagak dan manfaatnya bagi warga. Pasalnya di Sragen menurut cerita bupati ada beberapa investor di Sragen gagal membuka di Sragen karena sulitnya pembebasan lahan.

“Tapi alhamdulillah sampai saat ini masyarakat sudah terbeli dan masyarakat senang,” ujar Kades Pagak.

Terpisah, sejunlah warga Pagak sudah tidak sabar lagi menunggu berdirinya pabrik di daerahnya tentunya menjadi harapan orang banyak untuk bisa bekerja di tanah kelahiran sendiri. Suyanti (38) salah satu warga Dukuh Plosorjo Rt 1/Rw 1 menyambut baik adanya pembangunan pabrik.

“Lho ya seneng tow mas, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitarnya kok. Saya rencana mau jualan mie ayam dan bakso disini,” bebernya.

Sementara itu, sayangnya, Dinas Penanaman Modal dan PerizinanbTerpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen belum menerima berkas permohonan izin. Kepala DPMPTSP Sragen Tugiyono mengaku belum menerima berkas investasi tersebut.

Dia berharap berkas perizinan terkait pabrik di Sumberlawang itu segera
dilengkapi. “Belum ada permohonan ke DPMPTSP,” terangya Tugiyono. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *