Setahun Nganggur, Pekerja Seni Jawa Tengah Bakal Surati Presiden Jokowi

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Dampak pandemi corona sungguh menghantam pelaku pekerja seni di Jawa Tengah. Sudah hampir setahun para pekerja seni sortarub se-Jawa Tngah nganggur tak manggung dan tidak memiliki pekerjaan yang diandalkan.

Menanggapi kondisi dan aturan pemerintah yang dirasa kurang berpihak pada pekerja seni di tanah air, membuat para seniman berkumpul gelar aksi protes. Mereka menggelar deklarasi bersama di salah satu warung apung Waduk Kedung Ombo Wilayah Ngasinan, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jumat 26 Februari 2021.

Puluhan pelaku pekerja seni dari perwakilan kabupaten dan kota masing-masing di Jawa Tengah menamakan kelompoknya dengan Seniman Nusantara (Setara) Jateng.

Para seniman memprotes kebijakan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tiap daerah yang berbeda memaksa sebagian besar seniman kehilangan mata pencaharian.

Ditemui disela-sela acara, Ketua Setara Jateng Dwi Sunarto menjelaskan, aksi ini dilakukan perwakilan 35 kabupaten/kota dari Jateng. “Kita menyampaikan sekitar satu tahun tidak bisa bekerja. Apalagi yang hanya mampu berkecimpung di dunia kesenian. Mereka datang kesini penuh perjuangan dan mencari keadilan bersama gelar aksi ini,” kata Dwi Sunarto pada wartawan.

Menurutnya, setelah diberlakukan PPKM Mikro, ternyata kebijakan di setiap daerah berbeda-beda. Tergantung keputusan dari kepala daerah masing-masing. Seperti Kabupaten Sragen dan Karanganyar cukup Beruntung karena regulasi memberi kesempatan para seniman berkarya di acara hajatan. Tapi di kabupaten lain kesempatan itu masih tertutup.

“Memang yang terjadi di setiap daerah punya aturan berbeda-beda. Sragen memang ada kelonggaran meski ada pembatasan waktu. Tapi kami memperjuangkan yang lain juga,” bebernya.

Menurut para seniman yang hadir di acara deklarasi tersebut, ada kabupaten/kota yang menurutnya masih sangat mengekang para pelaku seni. Di antaranya Pati, Klaten, Jepara, Sukoharjo, Grobogan Brebes dan Pekalongan. “Kami harap kebijakan bisa memikirkan kami juga,” ujarnya.

Sekretaris Setara Jateng Tigor Sitegar asal Jepara menilai PPKM mikro yang dilaksanakan belum tepat sasaran. Masih banyak yang melaksanakan kebijakan menyeluruh untuk satu kabupaten. Padahal mempertimbangkan situasi penanganan lingkup RT sampai desa dengan melibatkan satgas jogo tonggo.

Tigor menambahkan, sebagai seniman dan budayawan berharap kelonggaran. “Rekan-rekan seniman siap untuk jadi relawan satgas menjaga protokol kesehatan saat digelar hajatan. Sejauh ini keputusan sepihak dan kami tidak dilibatkan,” keluhnya.

Aksi seniman Jawa Tengah ini bakal dilanjutkan dengan mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo. Dan ditembuskan ke DPR RI dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Berikut ini daftar perwakilan seniman jawa tengah yang hadir dalam deklarasi bersama di waduk kedungombo.

Banjarnegara, Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Rembang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, Kota Magelang.

Katupaten Jepara, Kabupaten Pali, Kabupaten Sragen, Kota Pekalongan, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Temanggung, Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonogiri, dan Kota Tegal (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *