2 Siswa SMKN 1 Kedawung Sragen Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Blok

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Prihatin dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di sekitar lingkungan sekolah, dua siswa SMKN 1 Kedawung Sragen ubah sampah plastik jadi paving blok.

Selama ini, paving blok biasanya terbuat dari bahan pasir dan seman. Namun siapa sangka, ditangan dua siswa kreatif asal SMK Negeri 1 Kedawung yakni Alviano Pramatyaditia dan Nur Fatha Sadikin, sampah-sampah plastik dan botol bekas air minum itu dilebur dan disulap jadi paving blok.

Alviano Pramatyaditia mengatakan, awal mula ide pembuatan paving di lingkungan SMKN 1 Kedawung bermula dari keprihatinan akan banyaknya sampah plastik dan botol bekas,”Awalnya dari prihatin aja lihat banyaknya sampah plastik dan botol bekas, selain itu kita juga dapat mata pelajaran cara peleburan. Semua kita tuangkan dengan membuat paving blok dari sampah plastik dan botol bekas,” kata Alviano siswa kelas sebelas tersebut, Jumat 12 Maret 2021.

Adapun cara pembuatan paving blok dari bahan sampah plastik, yakni dengan cara dilebur diatas wajan pengorengan yang panas sampai meleleh. lalu setelah jadi adonan tuang adonan sampah plastik ke cetakan paving blok dan dipres dengan besi pemberat hingga dingin, lalu setelah didiamkan selama 2 atau 3 jam dan ditambah dengan disiram dengan air paving bisa diangkat dari cetakan,”Tantangannya yakni prosesnya yang masih manual dan mengunakan tungku tradisional bahan kayu bakar, semua jadi tantangan tersendiri bagi kami,”bebernya.

Sementara itu, menurut Kepala SMKN 1 Kedawung, Budi Isnanik, inovasi paving dari bahan sampah itu berawal dari keprihatinan banyaknya sampah plastik di sekitar yang belum termanfaatkan.

“Dari situ, kemudian muncul ide dari kami untuk mengumpulkan sampah plastik yang ada kemudian dibuat paving. Akhirnya para guru, siswa dan warga sekolah mulai tergerak untuk mengumpulkan sampah plastik di lingkungan sekolah dan sekitarnya,”ujarnya.

Menurut Budi, sejauh ini sudah puluhan buah paving yang tercetak dari sampah-sampah plastik yang terkumpul. Paving itu akan digunakan untuk menutup lingkungan sekolah agar terlihat lebih rapi.

Ia menguraikan gagasan inovasi paving dari sampah plastik itu muncul dalam rangka menuju Sekolah Adi Wiyata Mandiri Nasional yamg dicanangkannya beberapa waktu lalu.

Namun lebih dari itu, ide itu juga sebagai andil dari sekolah untuk mengurangi keberadaan sampah plastik dan memanfaatkannya menjadi barang yang berguna. Pasalnya selama ini sampah plastik jumlahnya semakin banyak dan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Seperti diketahui, sampah plastik jumlahnya sangat banyak dan sangat sulit terurai oleh tanah. Dengan teknologi sederhana ini setidaknya bisa mengurangi sampah plastik dan mengubahnya menjadi barang yang bermanfaat. Sehingga lingkungan menjadi bersih, tanah terlindungi dan ada nilai tambah karena paving yamg dihasilkan bisa untuk bahan bangunan,” terangnya.

Untuk sementara, teknologi pembuatan paving dari sampah plastik itu masih terus dievaluasi. Jika sudah sempurna, maka akan diperluas dan diberdayakan secara umum ke masyarakat agar bisa diimplementasikan di lapangan (Huriyanto:Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *