Tanggalkan Gengsi, Lulusan Sarjana Pertanian Asal Boyolali Ini Manfaatkan Masa Pandemi Produksi Telur Asin

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Di tengah masa pandemi Covid-19 banyak segmen usaha yang mengalami penurunan, bahkan sampai gulung tikar. Namun tak sedikit juga segmen usaha yang justru berkembang pesat.

Salah satunya usaha produksi pangan seperti yang dilakukan Bayu Adi Prasetya (26), pemuda asal Dukuh Tegalrejo RT 04 RW 06 Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dengan tekadnya yang cukup kuat berwirausaha, dia mengesampingkan rasa gengsi.

Meskipun lulusan S1 Pertanian di universitas bergengsi di Kota Solo, namun dia malah sangat berani keluar dari zona aman, yakni berwirausaha pengolahan telur asin. Usahanya ini memiliki progres cukup memuaskan. Sebab, makanan turunan dari telur asin itu cukup bervariatif.

“Telur asin bisa diolah menjadi keripik telur asin, krupuk telur asin, telur asin bakar, telur asin panggang, pepes telur asin, bothok telur asin dan masih ada lagi yang lainnya,” katanya di sela pemilahan kualitas telur bebek di rumahnya Rabu 24 Maret 2021.

Pemuda ini mengawali usaha produksi dan pemasaran telur asin saat masa pandemi. Dia sangat tertantang dan berkeinginan untuk membuktikan bahwa masa pandemi bukan suatu alasan untuk melemah.

“Usaha telur asin ini sangat potensial karena sangat jarang suatu rumah tangga yang membuat telur asin sendiri untuk dimakan sekeluarga. Karena pembuatan telur asin juga memakan waktu cukup lama kurang lebih 10 – 14 hari,” paparnya.

Pangsa pasar telur asin tersebut sudah mencapai luar kota dan pusat oleh-oleh di Kota Surakarta dan sekitarnya. Produk telur asin ini ada dua grade, yaitu premium dan medium. Untuk produk telur asin premium masuk di pusat oleh-oleh dan cafe angkringan. Sedangkan produk telur asin medium masuk di warung-warung dan pasar tradisional. (Tya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *