Kelompok Penyitas Covid-19 Akan Edukasi Masyarakat Agar Tak Terjadi Diskriminasi

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Sebuah kelompok beranggotakan para penyitas Covid-19 mengadakan pertemuan dalam rangka memperingati satu tahun pandemi Covid-19. Paguyuban yang diberi nama Konco Sehati ini mengadakan pertemuan di Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak pada Minggu 28 Maret 2021. Dipilihnya lokasi tersebut karena mereka pernah menjalani perawatan di tempat itu.

Humas Konco Sehati, Sutrisno menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk berkumpul merefleksikan diri dan bertukar pengalaman mengenai Covid-19 yang mereka derita. Selanjutnya akan mengedukasi masyarakat agar tidak mendiskriminasikan para penyitas Covid-19. Hal tersebut menyikapi keadaan selama ini para penyitas Covid-19 merasa bahwa selama ini mendapatkan diskriminasi dari masyarakat sekitarnya.

Pihaknya mengatakan bahwa masyarakat memerlukan edukasi sehingga dibutuhkan kerjasama dari semua pihak terutama pemangku kepentingan yang ada. Diharapkan akan terbentuk kesepahaman bahwa semua kalangan bisa terjangkit Covid-19.

“Pageblug ini semua bisa kena, saya menyarankan tetep pakai prokes selama pandemi ini belum berakhir,” himbau Sutrisno.

Disinggung mengenai acara yang berlangsung, Sutrisno memberikan keterangan bahwa acara tersebut merupakan forum berbagi pengalaman antara penyitas Covid-19. Kemudian langkah selanjutnya akan dilakukan edukasi kepada tetangga masing-masing agar masyarakat paham bahwa semua orang berpeluang tertular Covid-19.

“Pandemi ini tidak hanya tugas Pemerintah saja tetapi masyarakat pun harus terlibat semuanya,” imbuh Sutrisno.

Ditemui terpisah, penanggung jawab isolasi mandiri Covid-19 Asrama Haji Donohudan, Sigit Armunanto menjelaskan bahwa jumlah pasien di Asrama Haji Donohudan pada bulan Februari sudah mengalami penurunan hingga hanya tersisa 14 pasien. Namun pada Sabtu (27/3/2021) pihaknya menerima tambahan pasien sebanyak 36 orang, sehingga total pasien sekarang ada 50 orang. Penambahan pasien dikarenakan ada klaster baru dari salah satu pondok pesantren yang berada di wilayah Soloraya.

“Sebelumnya sudah menurun, yang terjadi dari mulai bulan Februari yang biasanya kita sampai ratusan, puluhan, sehingga stabil di angka 10 maksimal 15 orang. Dan terakhir kemarin 14, baru hari Sabtu itu ada tambahan 36,” tandas Sigit. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *