Tiga Fraksi DPRD Boyolali Sampaikan Pandangan Umum Pembahasan Ranperda

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali kembali menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian pandangan umum fraksi atas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dari Bupati Boyolali kepada DPRD Boyolali. Selain itu tiga ranperda inisiatif dari DPRD Kabupaten Boyolali juga masuk dalam agenda rapat dilangsungkan di ruang rapat Paripurna DPRD setempat, pada Rabu (31/3/2021).

Tiga ranperda Kabupaten Boyolali dari Bupati Boyolali terdiri dari Ranperda Kabupaten Boyolali tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Boyolali Kepada Perusahaan Perseroan Daerah BPR BKK Boyolali, Ranperda tentang Retribusi Jasa Umum, dan Ranperda tentang retribusi jasa usaha.

Sementara itu, ada tiga ranperda inisiatif dari DPRD Kabupaten Boyolali yakni Ranperda tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik, Ranperda tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kabupaten Boyolali dan Ranperda tentang Pengelolaan Sampah.

Dari tiga faksi yang berada di DPRD yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fraksi Karya Bangsa, dan Fraksi Indonesia Adil Sejahtera menyampaikan pendapat masing-masing partai.

Fraksi Indonesia Adil Sejahtera yang disampaikan Siti Zumrotun yang menilai Ranperda tentang Retribusi Jasa Usaha Sangat Penting dan Strategis. Dengan adanya produk hukum ini diharapkan mampu dapat menopang keuangan daerah.

“Seiring dengan perkembangan perekonomian daerah yang semakin terintegrasi, pemerintah daerah dituntut untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber PAD (pendapatan asli daerah). Salah satu sektor yang dapat menopang keuangan daerah adalah retribusi jasa usaha,” ungkap Siti.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat menjelaskan mengenai Ranperda tentang Pengelolaan Sampah. Dengan disusunnya ranperda tersebut, diharapkan memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan sampah di Kota Susu.

“Kejelasan tanggung jawab dan kewenangan Pemerintah Daerah, hak dan kewajiban masyarakat dan pelaku usaha, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proposional, efektif dan efisian,” ungkap Bupati Said. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *