PILKADES PAW: Sah! Sembilan Desa di Kabupaten Boyolali Terisi Kades Definitif

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Sembilan desa di Kabupaten Boyolali suksea menggelar Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) pada Rabu (21/4/2021). Pemilihan dilakukan oleh dewan pemilih di masing-masing desa. Untuk diketahui bahwa penyelenggaraan Pilkades Antar Waktu dilatarbelakangi Kepala Desa sebelumnya berhenti atau diberhentikan, baik meninggal ataupun terkena hukuman disiplin diberhentikan, dengan sisa masa jabatan lebih dari satu tahun.

Ditemui di kantornya pada Rabu (21/4/2021), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali, Purwanto menjelaskan bahwa Pilkades Antar Waktu di sembilan desa sudah terlaksana dengan baik serta telah dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat. Hasil sudah diperoleh dengan enam desa melalui voting dan tiga desa melalui musyawarah mufakat.

Adapun daftar pemenang disetiap desa tersebut yakni Desa Teter dimenangkan oleh Maryanto, Desa Wates dimenangkan Eko Prasetyo, dan Desa Pelem dimenangkan Sutarto. Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Simo. Selanjutnya Desa/Kecamatan Selo dimenangkan oleh Andi Sutarno, Desa Lampar Kecamatan Tamansari dimenangkan oleh Edi Susanto dan Desa Glintang, Kecamatan Sambi dimenangkan Thoni Abuna’im. Kemudian untuk Desa Ketoyan Kecamatan Wonosegoro dimenangkan Wakidatun, Desa Tegalsari, Kecamatan Karanggede dimenangkan Maryoto. Sementara yang terakhir Desa Pakel Kecamatan Andong dimenangkan Danarwati.

“Harapannya Kepala Desa definitif ini akan segera masuk setelah nanti dilantik,” ungkap Purwanto.

Mengenai waktu pelantikan Calon Kepala Desa terpilih, Purwanto mengatakan masih menunggu hasil konsultasi dengan Bupati Boyolali dan menunggu laporan dari panitia desa. Disinggung mengenai ketertiban pelaksanaan Pilkades Antar Waktu pada hari ini, pihaknya memberikan keterangan bahwa semua sudah terlaksana dengan lancar.

“Dan ini tadi sudah terlaksana dengan baik, tidak ada ekses, mudah-mudahan juga tidak ada Covid-19, kita sudah melaksanakan dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Kedepannya, Purwanto berharap jika sudah ada Kepala Desa defitinif, kinerja akan lebih baik lagi meskipun pelaksana jabatan (PJ) juga sudah baik.

“Kalau Kepala Desa ini dari mereka sendiri, dari desa wilayah itu sendiri, tentu kiat-kiat dalam membangun desa ini akan lebih,” tandas Purwanto. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *