Ingin Mudik Tak Patuhi Prokes? Silakan Isolasi di Rumah Hantu yang Disiapkan Pemerintah Desa Sepat Masaran Sragen Ini

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Pemerintah Desa (Pemdes) Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menyiapkan rumah hantu untuk para pemudik atau perantau yang tetap nekat pulang.

Rumah hantu yang menjadi rumah karantina isolasi itu kini tengah disiapkan satgas dan pemerintah desa. Rumah angker atau rumah hantu sebagai tempat isolasi bagi warganya yang masih pulang merantau tidak mentaati aturan dan protokol kesehatan.

Kepala Desa Sepat Mulyono mengatakan, pihaknya bersama perangkat desa membersihkan rumah hantu dan menyiapkan tempat tidur. Selain itu kebutuhan sehari-hari bagi pemudik yang tertangkap basah tim satgas desa.

“Kita menyiapkan rumah angker ini untuk isolasi masyarakat yang bandel. Tapi semua tetap diarahkan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara untuk saat ini sudah ada yang mudik tapi sudah diingatkan oleh ketua RT dan RW masing-masing sudah pada nurut semua,” katanya Jumat 23 April 2021.

Menurut Mulyono, pihak desa dan Satgas Covid saat ini menyediakan 4 kamar tidur beserta bantal dan selimut serta kebutuhan sehari-hari bagi warga yang tertangkap basah oleh tim satgas desa karena bandel pulang mudik tidak melakukan isolasi mandiri dirumah.

“Nanti kalau kuotanya lebih bisa dibuatkan kamar lagi, perantau disini banyak mas dari sabang sampai marauke ada, karena mayoritas warga sepat sini merantau berprofesi sebagai pedagang,prabot rumah tangga” bebernya.

Sementara itu, aturan isolasi mandiri yang sudah ditetapkan oleh Satgas dan pemerintah desa yakni selama 14 hari, namun menurut Kades Sepat Mulyono baru 4 sampai 5 hari warga yang diisolasi mandiri di rumah hantu sudah menanggis dan minta ampun untuk dilepaskan.

“Iya mungkin karena kondisi hawanya kurang enak, beda dengan dirumah. Setelah itu dari pihak keluarga datang ke satgas jogo tonggo minta izin mengisi formulir pernyataan bawah nanti bisa melanjutkan isolasi mandiri dirumah tapi inggat jangan diulangi lagi untuk membandelnya itu,” ujar Mulyono. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *