Sragen Berduka, 4 Guru SMAN 1 Gondang Meninggal Dunia Positif Covid 19

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kasus Covid-19 di SMAN 1 Gondang, Sragen, terus meluas. Tercatat ada empat guru meninggal dunia lantaran positif terpapar Covid 19.

Berdasarkan data terbaru yang berhasil dihimpun, kasus guru SMAN 1 Gondang Sragen meninggal dunia positif corona, yakni:

  1. Guru pria berusia 50 tahun. Mengajar Bahasa Inggris, gejala pusing sesak nafas seusai fingerprint
  2. Guru Agama, wanita berusia 36 tahun
  3. Guru Sosiologi, wanita berinisial SS usia 55 tahun.
  4. Guru Fisika, pria, inisial JR, usia 53 tahun.

Kepala Pukesmas Gondang Dedi Ari Saputro saat ditemui membenarkan adanya empat guru yang meninggal dunia positif corona. “Benar kami mendapat kabar satu orang meninggal dunia. Kabar yang kami terima tadi (meninggal) usai maghrib. Benar yang bersangkutan adalah guru SMAN 1 Gondang,” kata Dedy, Kamis 22 April 2021.

Dedi menyebut, guru tersebut meninggal dalam kondisi terpapar virus Corona. Yang bersangkutan merupakan satu dari total sembilan guru dan karyawan SMAN 1 Gondang yang dinyatakan positif COVID-19.

“Beliau salah satu dari sembilan orang yang dinyatakan positif. Jadi bukan kasus baru,” ujarnya.

Dedi juga mengatakan, guru tersebut meninggal dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Solo. Pihaknya mengaku tidak mengetahui detil kondisi terakhir guru tersebut, pasalnya penanganan awal guru tersebut bukan di Puskesmas Gondang.

“Karena domisilinya bukan dalam wilayah Puskesmas Gondang sehingga tidak ditangani di sini. Kabar terakhir dirujuk ke rumah sakit di Solo sebelum meninggal,” terangnya.

Dengan tambahan satu guru yang meninggal ini, lanjutnya, jumlah guru SMAN 1 Gondang yang meninggal dalam kondisi positif Corona bertambah menjadi empat orang. Keempat guru tersebut meninggal dalam waktu berurutan sejak awal April.

“Jumlah guru yang meninggal menjadi empat orang,” ujarnya. Atas kejadian ini, SMAN 1 Gondang, Sragen, pihak sekolah menutup segala aktivitas di sekolah tersebut selama 14 hari.

Meninggalnya guru di SMA Gondang tersebut, pertama terjadi pada tanggal 6 April, 13 April, 17 April dan yang terakhir 21 April 2021.

Selain tambahan satu guru meninggal, hasil tes PCR terhadap empat guru dan karyawan juga sudah keluar. Hasil dari DKK menunjukkan satu orang dinyatakan positif terpapar sedang 3 lainnya negatif.

“Yang positif hari ini itu adalah guru yang kemarin hasil rapid antigennya reaktif. Sedangkan yang 3 orang negatif,” kata Dedi.

Sementara itu, kepala Pukesmas Gondang selanjutnya akan terus berkomunikasi secara intain dengan muspika maupun pihak sekolah. Penyemprotan cairan disinfektan juga bakal dilakukan, penyampaian edukasi protokol kesehatan juga bakal disampaikan.

Dari 10 yang terpapar virus corona empat meninggal dan enam orang saat ini menurut kepala pukesmas Gondang kondisinya baik dan beberapa masih menjalani isolasi mandiri. Pihak pukesmas juga sudah melakukan tracing dan berharap penyebaran tidak bertambah lagi. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *