Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Boyolali Jawa Tengah Terisi 50 Persen

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Usai Lebaran, perkembangan kasus terkonfirmasi Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali mengalami peningkatan. Berdasarkan data, Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUPA) Boyolali, keterisian tempat tidur pasien Covid-19 mencapai 50 persen.

Hal tersebut dijelaskan Direktur RSUDPA Boyolali, Siti Nur Rokhmah Hidayati saat dijumpai pada Senin (31/5/2021) di ruang kerjanya.

“Kurang lebih hampir dua minggu paska Lebaran ini memang kasus yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang, Covid-19 ini meningkat,” ujarnya.

Bangsal Brotowali I kini terisi 100 persen, dari 20 kapasitas tempat tidur kesemuanya terisi oleh pasien dengan gejala sedang menuju berat. Kemudian Bangsal Kanwa yang merawat pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang kini 90 persen terisi oleh pasien yang menempati 20 tempat tidur dari kapasitas 22 tempat tidur. Sedangkan untuk Bangsal Brotowali II dalam kondisi kosong.

“Kemudian untuk di ruang ICU (Intensive Care Unit) ini terisi dari kapasitas enam tempat tidur terisi tiga pasien jadi 50 persen. Kemudian di ruang PICU (Pediatric ICU ) untuk anak itu terisi 50 persen (kapasitas satu terisi satu). Jadi memang ada peningkatan,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan kasus terkonfirmasi positif ini imbas dari euforia perayaan Lebaran yang identik dengan pulang kampung atau mudik.

Sebagai tambahan informasi, angka kasus Covid-19 di Kota Susu tercatat sebanyak 7.669 dengan 70 dirawat di rumah sakit, 116 menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya selesai isolasi 7.164, dan meninggal 319. Dengan data tersebut, kondisi di Kabupaten Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 93,4 persen, sedangkan persentase kematian ada 4,2 persen. Total nilai indeks kesehatan masyarakat Kabupaten Boyolali 2,26 sehingga Kabupaten Boyoalli masuk kategori zona risiko sedang atau zona oranye.

Sementara itu, terdapat tiga klaster yang mendominasi penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19. Ketiga klater tersebut merupakan klaster keluarga yang berasal dari Desa Tlogolele, Kecamatan Selo sejumlah 17 kasus, di Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede jumlahnya ada lima kasus, dan di Desa Mojolegi, Kecamatan Teras ada empat kasus.

Hingga hari ini, vaksinasi sudah dilaksanakan 41.679 dosis pertama vaksin Sinovac dan 33.405 dosis kedua vaksin Sinovac. Sementara itu, vaksin AstraZeneca telah disuntikan sejumlah 6.607 dosis untuk pertama. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *