Hati-Hati dalam Bermedsos! Gegara Share Info Tak Saring, Pemuda di Karanganyar Ditangkap Polisi

TEPIANINDONESIA.COM-KARANGANYAR-Berawal dari keisengan di medsos, seorang pemuda harus berurusan penegak hukum. Bermula dari postingan yang diunggah DT (20), enam orang terpaksa diamankan polisi karena terlibat dalam pengrusakan rumah di Dusun Dersono, Kelurahan/Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.

Keenam orang yang diamankan itu adalah DTA (19), BS (21), SRY (29), RPO (21), DPI (26) dan EHF (20).

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito mengatakan kejadian pengerusakan yang dilakukan oleh para tersangka itu terjadi pada 18 Mei lalu, dipicu adannya sebuah postingan yang diunggah oleh DT.

Karena postingan yang diunggah oleh DT di akun sosial media miliknya, dianggap menjelekan kelompok perguruan silat yang diikuti enam orang tersebut, mereka pun marah. Kemudian para tersangka inipun sepakat untuk mencari keberadaan DT.

“Setelah mediasi, rupannya para tersangka tidak terima dan tetap berupaya mencari pelaku yang mengunggah postingan. Karena tidak menemukan DT, mereka pun melakukan pengerusakan beberapa rumah,”papar Purbo dalam konferensi pers, di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, Rabu (16/6/2021).

Menurut Purbo, para tersangka ini pun mengamuk dan melakukan perusakan terhadap rumah warga.

Akibatnya, dua rumah warga menjadi sasaran amuk keenam  tersangka. Tidak hanya merusak rumah, para tersangka juga melakukan pengeroyokan terhadap Sutarmin, warga  Dusun Dersono Desa Mojogedang, Kecamatan Mojogedang.

Polisipun bergerak cepat dengan mengamankan para tersangka. Termasuk mengamankan DT.

“Polisi bergerak dan menangkap sejumlah pihak yang terlibat dalam perusakan, setelah melalui serangkaian penyelidikan dan pengumpulan barang bukti,”jelas mantan Kasatreskrim Polresta Solo ini.

Enam orang yang terlibat perusakan rumah dijerat pasal 170 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

Sementara itu, DT alias D yang  menjadi pemicu terjadinya penganiayaan dan perusakan yang dilakukan oleh enam tersangka, juga diamankan jajaran Satreskrim Poles Karanganyar.

DT alias D dijerat dengan pasal 45 A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU13 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) dengan ancaman 6 tahun penjara.

“Barang bukti seperti pecahan kaca, batu, bongkahan cor, sepeda motor yang dirusak, serta ponsel milik tersangka untuk membuat postingan, serta bukti percakapan ataupun screenshot postingan, dijadikan barang bukti kasus ini,” imbuhnya. (Sur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *