Belasan Makam di Puluh Sragen Longsor ke Sungai, Ini Penampakannya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Belasan makam di pemakaman umum Dukuh Jagan, Desa Gentan Banaran, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah longsor ke sungai. Kondisi ini sudah terjadi sejak puluhan tahun.

Yakni ketika hujan deras dan banjir, makam ikut longsor ke sunga. Banyak warga menemukan tengkorak manusia di bawah longsoran tanah dan bangunan makam.

Pantauan di lokasi Selasa 29 Juni 2021, terdapat belasan makam di anak Sungai Bengawan Solo. Masih ada puluhan makam yang saat ini mulai terancam longsor. Bahkan makam kuno dan tidak pernah dikunjungi keluarga puluhan tahun juga hampir terjun ke sungai.

Muklas (49), salah satu warga Ngadirejo, menuturkan, kondisi belasan makam longsor ke sungai dan tengkorak berserakan sudah terjadi sejak puluhan tahun. “Awalnya pas hujan deras tanahnya ini terkikis sedikit demi sedikit, tapi pada saat terjadi hujan deras dan air sangat tinggi tanah makam mengalami pergerakan hingga sejumlah makam longsor ke dalam sungai,” katanya.

Ia sempat menemukan tulang-tulang manusia dan tengkorak manusia pada saat terjadi longsor. Tengkorak dai tulang-tulang itu lantas dilarung ke sungai karena kejadian alam.

Tanah longsor semakin meluasnya mengancam keberadaan ratusan makam. Warga berharap pada pemerintah agar memperhatikan kondisi tanah makam dan tanah warga yang semakin hari semakin terancam.

“Iya saya berharap dengan kondisi ini pemerintah juga memperhatikan warganya yang berada di pinggiran sungai ini. Selain rumah warga yang terancam longsor makam itu juga terancam keberadaannya apa lagi mereka juga pernah hidup seperti kita saat ini, tolong segera ada perbaikan agar tanah longsor ke sungai ini tidak semakin meluas,” harapnya.

Muklas juga menceritakan disela-sela memantau pergerakan tanah longsor karena sungai tersebut, ia pernah mengalami hal mistis pada saat malam hari sempat mendengar tangisan anak anak dan orang dewasa di makam tersebut saat tengah malam.

“Iya saya pernah mengalami kejadian, saat itu saya mendengar tangisan dari arah makam saat tengah malam, itu ada suara anak anak dan ada juga suara orang dewasa,” ujarnya.

Sementara itu, hingga ini sejumlah tanah pekarangan warga terancam longsor sekitar anak sungai bengawan solo di wilayah kampung Ngadirejo antara lain tanah milik Mbah Parto (80), Zainal abidin (55), pak Cipto Diharjo (75), Sugito (47), Kisno (73), Pitono (45) serta Muklas (49). (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *