Ancam Petugas Medis Gunakan Golok, Seorang Pria di Kecamatan Tanon Sragen Diamankan Polisi

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Seorang pria asal Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, diduga gelap mata dan nyaris melukai petugas medis. Ketiak itu petugas medis hendak melakukan penjemputan pasien Covid-19.

Pelaku mengancam petugas medis dengan sebilah golok tajam sepanjang 50 cm. Beruntung tindakannya dapat dicegah dan aksinya diamankan jajaran Polres Sragen.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (20/6) lalu. Saat Bidan Desa Kalikobok, Ririn Sri Riyani (46), hendak menjamput salah satu pasien Covid-19 asal Dukuh Genengsari, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon yang berdasarkan tes PCR dinyatakan positif. Dia didampingi Ratih Saralangi, dan Kristanto selaku tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Tanon II.

Namun dalam tugasnya justru mendapat penolakan pihak keluarga. Selain itu warga menyampaikan pasien yang dimaksud tidak di rumah. Kemudian pihak nakes mencoba menghubungi kepala desa (kades) setempat untuk hadir dan melakukan mediasi.

Namun karena kades berada di rumah sakit dan tidak bisa hadir, menyarankan para nakes untuk meninggalkan lokasi terlebih dahulu. Karena situasi tidak memungkinkan, para nakes memutuskan meninggalkan lokasi.

Tetapi saat mereka hendak kembali, justru dihadang Supriyanto (47), warga setempat membawa sebilah parang sembari meminta nakes untuk memeriksa Gono, mertuanya yang tengah sakit. Supriyanto tampak kesal sembari mengancam membacok nakes tersebut.

Lantas emosi karena tidak mendapat tanggapan yang sesuai keinginannya. Beruntung aksi brutalnya bisa diredam warga. Sehingga nakes bisa meninggalkan lokasi tersebut, kemudian melaporkan ke kepolisian.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan kepolisian menahan tersangka karena ada dugaan pengancaman oleh tersangka terhadap nakes. Dia menyampaikan kejadian yang terjadi di wilayah Kecamatan Tanon itu lantaran lakes mendapat ancaman saat berugas.

”kejadian saat petugas menjemput salah seorang pasien positif sesuai ketentuan pemerintah kabupaten Sragen dibawa di isolasi mandiri terpusat. Namun saat itu upaya belum berhasil, saat kembali ke puskesmas, nakes ini ketemu tersangka dan melakukan pengancaman,” terangnya Rabu 7 Juli 2021.

Kapolres menegaskan tidak boleh ada yang mengancam petugas. Meski para nakes tersebut tidak dikawal petugas keamanan, namun kinerja mereka dilindungi undang –undang. Pihaknya menyampaikan tersangka kecewa karena karena orang tuanya pernah positif covid-19 namun tidak segera dilakukan tindak lanjut.

Atas perbuatan tersangka akan diporses sesuai perundang-undangan. Tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat RI No 12 tahun 1959 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Selain itu Pasal 335 KUHP terkait kejahatan terhadap kemerdekaan seseorang dengan ancaman 1 tahun penjara.

Sementara, Supriyanto mengaku sakit hati saat penjelasan nakes tidak sesuai harapannya. Dia menyampaikan dari nakes menjelaskan penyakit covid-19 mertuanya sudah hilang. Sakit yang diderita mertuanya penyakit biasa.

”Bapak (Gono, Red) sudah pernah dijemput dan ditaruh PPKU Masaran, dikasih obat. Kondisinya semakin parah dan minta dipulangkan. Tapi orang tua saya diperiksa. Ririn bilang kui gak popo,” keluhnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *