Dilema Pedagang di Sragen Sikapi PPKM Darurat, Sepi Pembeli, Pendapatan Anjlok

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejumlah pedagang di Sragen mengeluhkan sepinya pembeli sejak diberlakukannya PPKM Darurat sejak Sabtu 3 Juli 2021.

Menurut beberapa pedagang kaki lima di sekitar Alun-Alun Sasono Langen Putro Sragen, menurunnya pendapatan secara drastis sudah berlangsung beberapa hari sejak diberlakukannya PPKM Darurat. Bahkan anjloknya pendapatan mencapai 60 persen dari hari biasanya.

Agung Saputra (31), salah satu pedagang sate ayam di sekitar alun alun mengatakan, pendapatan sejak diberlakukan PPKM Darurat anjlok. Lantas dia terpaksa buka warung lebih awal demi segera mendapat penghasilan.

“Relatif sepi tidak kayak biasanya. Biasanya buka sejak sore, tapi sejak ada PPKM Darurat kita bukanya lebih pagi jam 9, dan tutup jam 8. Pendapatan menurun drastis hingga 40 persen,” kata Agung, Jumat 9 Juli 2021.

Sejak diberlakukan PPKM Darurat dibandingkan hari biasanya sangat jauh sekali. Hari biasa mampu habiskan 15 ekor ayam, namun sejak PPKM Darurat hanya menghabiskan empat sampai lima ekor ayam.

“Harapan saya kalau bisa jalan utama di Sragen jangan ditutup. Penting tidak makan di tempat dan semoga segera kembali normal lagi,” harapnya.

Hal senada dirasakan Purwanto (32), warga Sine Sragen. Penjual cilok di sepanjang Jalan Raya Sukowati ini mengaku sejak memasuki habis azan maghrib, jualannya mulai sepi pembeli. “Biasanya berangkat jam 3 sampai jam 9, sejak PPKM ini malah turun,” kata Purwanto.

Beberapa hari ini selama PPKM berlangsung waktu jualan sangat pendek dan pendapatan tak seberapa dibandingkan modal dan tenaga. Biasanya dapat Rp 300 ribu, tapi sejak PPKM ini hanya Rp 90 ribu kadang Rp 100 ribu.

“Sangat sedih sekali pak. Ngopeni anak bojo nak gak budal yo gak eso mangan tiap harine, tapi nak nggak budal kahanan kayak gini (Menghidupi anak istri kalau tidak berangkat kerja ya tidak bisa makan tiap harinya. Tapi kalau tidak berangkat jualan seperti ini kondisinya, Red),” keluhnya.

Shangkrek, penjual bakso bakar asal Sukodono juga mengatakan bahwa selama PPKM Darurat membuat dirinya rugi besar. Pasalnya, tiap kali membawa dagangannya selalu sisa banyak.

“Habis patroli langsung sepi jalanya tidak ada orang lewat dan pendapatan menurun, kalau normal sampai jam 11 karena ini sepi sampai malam lagi dan ini sejak ada aturan itu dagangan selalu sisa terus, akhirnya ini saya kurangi bawa dagangannya. Ini bawa 150 tusuk bakso masih sisa separo lebih,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *