Aksi Pendekar PSHT Sragen Menolong Pendekar Pagar Nusa Yang Jatuh Pingsan Saat Mengikuti Upacara HUT RI Ke-76

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-76 di bukit tertinggi di Kabupaten Sragen pada Selasa 17 Agustus 2021 ternyata ada momen langka yang bikin haru.

Momen langka tersebut adalah saat salah satu pendekar dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menolong pendekar dari perguruan Pagar Nusa (PN) jatuh pingsan saat mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di bukit Morojoyo, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Momen langka warga PSHT bopong pendekar PN itu juga disaksikan oleh ratusan orang yang hadir dalam upacara kemerdekaan, banyak orang memberikan tepuk tangan dan pujian pada salah seorang pendekar PSHT asal desa Tanggan tersebut.

Saat Tepianindonesia.com mencoba mencari informasi pria dengan badan tinggi besar dari perguruan PSHT tersebut, terungkap pria itu bernama Nur kholis (37) ketua PSHT Rayon Tanggan.
Disela-sela waktu usai upacara bendera Nur Kholis atau sering di panggil mas Nur mengatakan aksi kepedulian tersebut dilakukan secara sepontan dan sebagai rasa bentuk kerukunan antar perguruan silat di wilayah Sragen,”Tadi sepontan mas, ini tadi dari hati dan intinya di wilayah tanggan itu organisasi apapun guyub rukun mas dari apapun guyub rukun dan adik ini tadikan tidak sadarkan diri ya sepontan saya bawa kesini untuk kita bantu dan diobati pertolongan pertama,” kata Nur kholis pada wartawan.

Sementara itu, menurut mas Nur usai membantu memberikan pertolongan pertama pada salah satu pendekar Pagar Nusa yang tak sadarkan diri tersebut gara-gara sedang tidak sehat tapi memaksakan diri untuk mengikuti upacara,”Menurut mbaknya tadi memang dari rumah udah ngak enak badan tapi memaksakan diri untuk ikut upacara ini, tapi ini alhamdulilah sudah mendingan dan semakin membaik mas,”bebernya.

Saat ditemui, salah satu pesilat Pagar Nusa yang terjatuh pingsan tersebut bernama Novia Aisyah (15) asal Dukuh Padas Rt 11, Desa Tanggan, Gesi, Sragen.
Novia mengatakan memang dari rumah kurang persiapan dan sedang tidak enak badan,”
Iya tadi dari rumah memang lagi ngak enak badan mas, belum makan sama lagi PMS mas. Tadi pusing sama sakit di perut tapi ini udah mendingan mas,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga dan komunitas antusias ikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke 76 di bukit tertinggi di kabupaten Sragen yakni gunung Morojoyo wilayah Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa 17 Agustus 2021.

Meski ditengah pandemi covid 19, rupanya tidak menyurutkan semangat para warga dan komunitas di Sragen gelar upacara.

Meski harus menempuh jalan terjal menuju puncak dan terik matahari tak menyurutkan antusias dan semangat warga.

Layaknya upacara HUT RI pada umumnya, upacara juga diiringi pengibaran bendera merah putih.

Hanya saja petugasnya diambil dari anggota komunitas gowes dan ibu-ibu. Semua peserta mengenakan kostum khas masing-masing. Sehingga nuansa keragaman pun makin terasa.

Kades Tanggan, Mulyanto didaulat menjadi pemimpin upacara dengan inspektur dipimpin Kadus Mulyono.

Dalam amanatnya, Kades menyampaikan upacara HUT RI di puncak Morojoyo hari ini adalah kali kedua digelar semasa pemerintahannya.

Ia mengapresiasi animo tinggi dari masyarakat dan peserta untuk ambil bagian. Ia pun berharap peringatan HUT RI ini bisa menjadi momentum untuk refleksi dan bangkit kembali di tengah terpuruknya semua sektor akibat dampak pandemi.

” Jutaan warga Indonesia merasakan betapa pedihnya situasi saat ini. Ini menjadi kaca benggala untuk kita membuka mata kita. Marilah kita semua berjuang dan semangat untuk menggerakkan semua sendi agar berjaya kembali,” ujarnya.

Kades menguraikan upacara tersebut digelar atas prakarsa Pemdes, Karang Taruna dan berbagai komunitas.

Selain membangkitkan nasionalisme, upacara itu sekaligus dijadikan momen untuk mengangkat potensi serta nilai sejarah budaya yang selama ini ada di Desa Tanggan.

“Ada banyak potensi peninggalan sejarah di Tanggan yang perlu dikenalkan ke masyarakat luas. Salah satunya Puncak Morojoyo ini, harapan kami ke depan potensi ini bisa makin diketahui khalayak sehingga jadi icon di Sragen,” ujarnya (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *