Implementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Program Studi D3 Agribisnis Sekolah Vokasi UNS Menggelar Pelatihan Pembuatan Minuman Fungsional

TEPIANINDONESIA.COM-SURAKARTA-Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah memiliki potensi pengembangan sektor pertanian dengan luas lahan sekitar 13.203 km2. Suhu udara di wilayah tersebut pun memiliki rata-rata 22oC sehingga sangat cocok untuk budidaya hortikultura, salah satunya labu siam.

Produksi labu siam setiap tahunnya di desa ini mencapai 4,8 ton. Namun, pengembangan potensi pertanian yang dimiliki oleh Desa Segorogunung ini masih memiliki kendala. Hal ini terlihat dari banyaknya potensi produk hasil pertanian yang belum dikembangkan secara maksimal.

Di sisi lain, pemasaran hasil pertanian maupun olahan makanan pun masih dilakukan secara konvensional, sehingga pemasarannya menjadi terbatas. Selain itu, masyarakat setempat baru memanfaatkan buahnya saja untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan.

Daun labu siam merupakan salah satu jenis sayuran indigenous yang memiliki banyak kandungan yang baik untuk kesehatan manusia. Salah satu khasiat yang dimiliki daun labu siam adalah sebagai antibakteri, terutama zat flavonoid. Menurut penelitian, zat flavonoid terbukti mampu menurunkan kadar asam urat dengan cara mencegah pembentukan radikal bebas.

Selain itu, daun labu siam memiliki kandungan seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, mineral, dan zat besi yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Berdasarkan potensi daun labu siam di Segorogunung, perlu dilakukan pengolahan daun labu siam menjadi sebuah produk yang tidak hanya mempunyai manfaat kesehatan tapi juga manfaat ekonomi meningkatkan margin keuntungan.

Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, tim Hibah MBKM UNS dari D3Agribisnis yang diketuai oleh Salma Aulya Putri mengadakan pelatihan bertemakan “Pelatihan Pembuatan Minuman Fungsional Berbahan Dasar Daun Labu Siam dan Digital Marketing”. “Kegiatan ini diadakan pada 1 Oktober 2021 secara luring di Balai Desa Segorogunung. Dalam Program Hibah MBKM yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret kami memperoleh pendanaan sejumlah Rp 10 juta,” terang Salma dalam rilis yang diterima redaksi Jumat 29 Oktober 2021.

Dia mengucapkan terimakasih banyak kepada kepala desa dan Ibu-ibu warga Desa Segorogunung yang telah menerima kami untuk bisa menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Desa ini. Harapannya dengan adanya pelatihan ini dapat membantu mengembangkan potensi Desa Segorogunung sehingga nantinya masyarakat dapat mengolah secara mandiri potensi yang dimiliki dan memasarkannya secara luas. “Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan selama kami berproses bersama Bapak/Ibu,” ucap dia.

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam melaksanakan pelatihan ini. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menurunkan semangat tim untuk tetap melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dengan menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer dan menggunakan masker.

“Pelatihan ini diadakan dengan tiga tahapan yaitu pemberian materi mengenai digital marketing, praktik pengolahan produk dan foto produk. Edukasi mengenai digital marketing disampaikan oleh Salma Aulya Putri. Dalam materinya, Salma menyampaikan keunggulan digital marketing, cara membuat, dan menggunakan media sosial serta e-commerce sebagai pendukung berwirausaha,” katanya.

Selanjutnya tim memberikan pelatihan berupa pengolahan daun labu siam menjadi minuman fungsional yang dipandu oleh Herlina Sari. Sebelum praktik pembuatan minuman fungsional, Herlina memberikan pemaparan mengenai kandungan dan manfaat dari daun labu siam. Antusiasme yang besar ditunjukan oleh Ibu-ibu yang menghadiri acara pelatihan pada siang itu, terlihat dari bagaimana mereka mengikuti proses pembuatan minuman fungsional dan mempraktikkannya secara langsung.

Daun labu siam yang sudah diolah tadi kemudian akan dikemas ke dalam kantong teh agar tidak meninggalkan ampas. Setelahnya, akan dilakukan pengemasan dengan box agar mempercantik sehingga meningkatkan nilai jual produk. Produk ini diberi nama “Seoju” yang merupakan kependekan dari Segorogunung Jamu. Untuk memberikan wawasan dan skill baru, tim juga mengajak warga untuk melakukan foto produk sebagai modal berwirausaha.

Narasumber dari pelatihan foto produk yaitu Rizkia Fima Nabila Arnan. Dalam pemaparannya, Fima mempraktikan dan menjelaskan bagaimana cara mengambil gambar produk dengan benar agar menambah daya tarik konsumen.

Setelah pelaksanaan pelatihan ini diharapkan adanya perubahan sikap berupa kesadaran masyarakat untuk mengembangkan potensi desa sehingga dapat mendatangkan income generating bagi desa. Perubahan pengetahuan dan sikap diukur melalui pre-test dan post-test dengan mekanisme tim membagikan lembar pre-test dan post-test kepada peserta pelatihan.

Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengisi pre-test sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Lembar pre-test dibagikan saat peserta melakukan presensi. Setelah pelatihan selesai, tim membagikan lembar post-test kepada peserta dengan harapan adanya perubahan pengetahuan dan sikap setelah pelatihan. 

Kepala Desa Segorogunung Tri Harjono, S.Sos. mengucapkan rasa terima kasih kepada tim Hibah MBKM D3 Agribisnis. “Terimakasih sebesar-besarnya untuk tim Hibah MBKM yang sudah memberikan pelatihan pembuatan minuman fungsional berbahan dasar daun labu siam dan digital marketing sehingga dapat membantu meningkatkan income generating Desa Segorogunung, tetap semangat, semoga acaranya berjalan dengan lancar,” ujar Kades Segorogunung.

Produk Seoju diharapkan menjadi salah satu produk unggulan dan mampu meningkatkan ekonomi di Desa Segorogunung. Selain itu, adanya program ini juga diharapkan dapat memberi manfaat bagi mahasiswa menjadi agropreneur muda yang unggul. “Tidak hanya menguasai teori tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung di lapangan,” papar Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si, dosen pembimbing tim Hibah MBKM Proyek di Desa.

Serangkaian program pelatihan yang dihadiri oleh Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), tim Hibah MBKM D3 Agribisnis, dan Pembimbing Tim Hibah MBKM berjalan dengan lancar. “Terimakasih Mas dan Mbak tim Hibah MBKM yang sudah mengadakan pelatihan pada siang hari ini,” tutu Rysca.

Karenanya, masyarakat menjadi lebih paham mengenai manfaat dan cara mengolah daun labu siam agar menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Selain itu, juga paham bagaimana cara memasarkan produk secara praktis dan dapat dengan mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Masyarakat termotivasi untuk melanjutkan dan mengembangkan produk Seoju karena selain rasanya yang enak juga memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. (Rohimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *