Kisruh, Belasan Warga Peserta Tes Pengisian Perangkat Desa Geruduk Kantor Desa Padas Tanon Sragen, Terkait Dugaan Indikasi Kecurangan Seleksi

TEPIANINDONESIA.COM SRAGEN – Sejumlah warga peserta seleksi pengisian perangkat desa Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah rame-rame geruduk kantor desa setempat pada Sabtu 20 November 2021 siang.

Belasan warga terdiri dari laki-laki dan perempuan, menanyakan kembali pengumuman hasil penjaringan perangkat desa yang diduga terindikasi ada kecurangan dan tidak transparan.
Para peserta mulai mencurigai hasil yang diberikan untuk peserta dengan nilai tertinggi. Lantaran legalitas ijazah dan nilai kursus dipertanyakan.

Pelaksanaan penjaringan perangkat desa di Desa Padas sendiri ada 3 formasi yang diperebutkan. Formasi yang diperebutkan yakni Sekdes, Kebayanan 2 dan Kaur Kesra. Total peserta yang mendaftar mencapai 22 orang yang mendaftar.

Muhammad Ahyani Mursyid, salah satu peserta tes pengisian perangkat desa Padas dari formasi sekdes mengatakan peserta nekat rame-rame mendatangi kantor desa untuk meminta klarifikasi dan penjelasan terkait hasil penilaian panitia yang diduga terindikasi ada kecurangan dan kurang transparan.

“Tuntutannya untuk segera diungkap keepsahan sertifikat dari peserta yang kita curigai, karena tadi salah satu teman peserta tadi mengumpulkan 7 sertifikat, tapi tidak ada satupun yang dinilai prestasi oleh panitia, sedangkan salah satu peserta juga berapa mengumpulkan tidak tau tapi disitu ada prestasi nilainya 4, bagaimana cara penilaian dari panitia tentang penilaian sertifikat tersebut,” kata Mursyid.

Bahkan pihaknya dan warga juga semakin mencurigai setelah memergoki salah satu penitia malam-malam membuka ruangan kesekretariatan.

“Panitia tadi malam habis mahrib panitia malam malam datang ke ruang kesekretariatan dengan dipergoki 2 warga dengan mas nur hidayat dan irwan terus disusul anggota DPD mas mustofa kami tanyai ada apa malam malam gitu malah jawabannya melengkapi berkas padahal pengumuman sudah diumumkan,” bebernya.

Sementara itu, wakil ketua BPD Desa Padas Mustofa Kamaludin ditemui wartawan mengatakan pihaknya telah menerima surat aduan dari beberapa peserta tes pengisian perangkat desa padas.

“Setelah pengumuman beberapa peserta tes menulis surat pada kami BPD adanya indikasi kekurang terbukaan yang disampaikan oleh panitia kepada peserta tes, khusunya nilai prestasi dan dedikasi, kami telah menerima laporan dan menampung hari ini kita tindak lanjuti aduan dari peserta tes tersebut hari ini kita minta klarifikasi pada panitia penjaringan desa padas untuk kami minta penjelasan,” terangnya.

Terpisah, Yusuf Saifudin sekretaris panitia ditemui usai audensi dan memberikan klarifikasi di hadapan para peserta calon pengisian perangkat desa menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa memutuskan secara spesifik.

“Dikarenakan kita tim, ada 5 orang yang 4 orang hari ini tidak hadir karena kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, dari panitia dari awal sebelum pengumuman sudah memberikan waktu untuk hari selasa setelah pengumuman kita menerima apa yang jadi kurang kepuasan dari peserta calon,” ujarnya.

Dari audensi tersebut juga dihadiri oleh camat Tanon Sumarno, pihaknya mengatakan pihaknya akan membentuk tim yang bakal mencari fakta yang sebenarnya.

“Nanti kita cek yang mengeluarkan sertifikat, salah upaya untuk membuktikan keragu raguan, kita lakukan untuk mencari kebenaran, nanti kita bentuk tim terdiri dari BPD, Panitia, kecamatan, polres, koramil,” ujarnya

Huriyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *