Jebakan Tikus Dengan Listrik Banyak Makan Korban Jiwa Di Sragen, Total 21 Petani Meninggal Dunia, Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono Berikan Solusi Berikut Ini

SRAGEN TEPIANINDONESIA.COM – Sebanyak 21 petani Sragen menjadi korban jebakan tikus dengan listrik, insiden maut yang menimpa para petani tersebut rupanya memantik keprihatinan mantan bupati Sragen Untung Wiyono sekaligus ayahanda Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati itu mengaku prihatin atas rentetan fenomena kematian akibat kesetrum jebakan tikus.

Ia memandang pemakaian setrum jebakan tikus harus segera dihentikan. Sebab hal itu sangat membahayakan jiwa baik bagi pemasang, pemilik sawah maupun orang lain.

Untung merekomendasi solusi yang aman dan ramah lingkungan yakni dengan menggencarkan kembali gerakan gropyokan.

Menurutnya gropyokan yang dulu sering dilakukan harus kembali digencarkan untuk mengendalikan populasi hama tikus di sawah. Ia pun meminta dinas terkait menggerakkan kelompok tani atau petani untuk mengaktifkan kegiatan gropyokan.

“Gropyokan ini gerakan yang efektif karena bisa membasmi hama tikus dari yang kecil sampai yang besar. Hanya saja memang harus dilakukan serentak di semua wilayah,” kata Untung Wiyono, Selasa 4 Januari 2022.

Untung Wiyono juga menegaskan, harus benar benar serentak dilakukan petani dan dinas terkait,”
Jangan parsial, karena kalau hanya sebagian nanti bisa bermigrasi ke wilayah lain,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh pengusaha Sragen, Budiono Rahmadi juga prihatin dengan begitu banyaknya korban jebakan tikus. Ia menilai hal itu menandakan strategi pengusir hama tikus lewat jebakan itu meski efektif tapi sangat berbahaya.

Karenanya ia meminta pemerintah desa, pemerintah kabupaten harus segera memberi solusi bagaimana membuat pencegahan hama tikus yang lebih aman.

“Kami berharap semua unsur bersinergi bahkan dengan ormas tidak apa apa atau tokoh masyarakat, ormas, tokoh agama bagaimana ini ada rembug bareng. Ini jadi PR besar agar di 2022 pemerintah mampu memberikan solusi untuk masyarakat dengan hal pemberantasan hama tikus,” ujarnya.

Ketua DPC Demokrat Sragen itu juga sependapat dengan solusi melalui gropyokan massal.

Untuk menggerakkan itu, dinas atau pihak terkait bisa memberikan stimulan berupa tebusan misalnya per ekor tikus yang ditangkap setiap gropyokan dihargai nominal tertentu.

“Misalkan 1 ekor Rp 2.000 atau berapa biar petani semangat,” ujarnya.

Bahkan ia siap menyumbang 10.000 siwur atau gayung sebagai hadiah per ekor tikus jika memang diperlukan atau disetujui oleh pemerintah desa atau pemerintah daerah.

Huriyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.