Viral Tili si Penakluk Buaya Berkalung Ban di Palu Asli Warga Sragen Jawa Tengah, Ini Harapan Keluarganya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sosok Tili (35), pria penakhluk buaya berkalung ban berukuran empat meter di Palu, ternyata asal Sragen, Jawa Tengah. Akhir-akhir ini pemuda pemberani tersebut menyita perhatian masyarakat luas hingga viral.

Pasalnya, Tili berhasil mengalahkan dua pawang buaya ternama, yakni Panji dan Matt Wright, pawang Australia yang pernah mencoba menangkap buaya berkalung ban di Palu. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Tili memilik nama asli Paiman yang merupakan warga Dukuh Pondok RT 19, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Paiman sering dipanggil Mantili atau Tili meninggalkan kampung halamannya sudah bertahun-tahun dan hidup bersama sang istri di wilayah Palu, Sulawesi Tengah.

Kepada wartawan, Waginem (70), sang ibu menyampaikan, sosok Tili berhasil menangkap buaya kalung ban sempat mengagetkan keluarga. Karena sudah bertahun-tahun tidak ada kabar dan tidak pernah pulang kampung.

“Saya kaget juga karena sudah hampir 12 tahun tidak pernah pulang. Ini malah dapat kabar kalau di perantauan menangkap buaya terus banyak orang yang membicarakan Tili,” katanya kepada wartawan Jumat 11 Februari 2022.

Tili sejak kecil sudah terbiasa menyatu dan bersahabat dengan alam. Bahkan Tili yang sejak kecil hidup di desa tidak mau sekolah, lebih memilih aktivitas di alam bahkan di hutan.

“Iya kalau berhasil nangkap hewan seperti itu sudah gak kaget lagi Mas. Tili sejak kecil suka bermain di sungai dan cari burung di hutan. Sudah biasa nangkap berbagai jenis hewan, bahkan ngak mau sekolah dulu,” bebernya.

Walau tidak menyelesaikan sekolahnya di bangku SD sosok tili rupanya juga tidak pernah menyusahkan orang tua, dia selalu membantu orang tua di alas atau hutan untuk mecari kebutuhan hidup sehari hari.

“Iya meski ngak sekolah tili sangat berbakti pada kedua orang tua, waktu kecil juga ngak minta apa apa pas minta makan, kadang kalau gak pengen makan sayur bayem dia selalu cari ikan di sungai,” ujar Waginem.

Hingga saat ini Tili masih membuat gempar dunia dengan aksi beraninya itu di Palu.
Bahkan hingga viral berita tentang Tili membuat sang kakak menangis karena bertahun-tahun tak pernah ketemu sosok, tapi malah muncul di televisi dan berita-berita nasional.

Rasa bangga dan kangen diungkapkan langsung oleh Tarumi, kakak kandung Tili. Dia berharap Tili bisa segera pulang kampung dan bertemu keluarga. “Le Tili ndang mantuk yo lee, mbak karo simbok wes kangen bangen kowe le. (Dek Tili segera pulang ya dek, kaka sama ibu sudah kangen banget kamu dek, Red),” harap Tarumi.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kandangsapi, Ari membenarkan sosok Tili pawang buaya di Palu adalah warganya. “Iya benar. Dia namanya Tili, warga desa kami. Dia kelahiran Dukuh Pondok RT 19, Kandangsapi, Jenar,” jelasnya.

Sekdes menuturkan Tili sudah lama merantau ke Sulawesi tepatnya di Palu Sulawesi Tengah. Dari keterangan warga, ia sudah lebih dari 10 tahun meninggalkan kampung halaman demi mengais dan merubah hidupnya di pulau Celebes.

“Istrinya orang sana (Palu) dan sudah menetap lama di Palu. Yang tinggal di sini hanya ibunya. Mbah Waginem Ceblong,” tutur Ari. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.