Dampak Hujan Deras, Akses Jalan Museum Purba Sangiran Sragen Jawa Tengah Terputus

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Hujan deras beberapa waktu lalu membuat sejumlah tanah di sekitar Museum Manusia Purba Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, mengalami pergerakan. Bahkan beberapa titik jalan penghubung antarmuseum mengalami longsor.

Salah satu titik lokasi longsor paling parah terjadi di Dukuh Wonolelo RT 14, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan lokasi titik longsor tersebut adalah akses penting penghubung antar museum Sangiran.

Senen (59), salah satu warga setempat menyampaikan bahwa tanah longsor terjadi hampir 1 bulanan yang lalu. “Iya awalnya retak terus kemasukan air hujan dari sedikit demi sedikit akhirnya seperti itu, orang sini hanya kerja bakti memperbaiki ya akhirnya ya longsor juga, pernah dilakukan kerja bakti dicor oleh warga,” kata Senen, 21 Februari 2022.

Menurut Senen, banyak masyarakat dan wisatawan mengunakan akses jalan tersebut sebagai akses utama dan penghubung antar museum Manyarejo, Ngebung dan Sangiran.

“Iya yang lewat sini yang mau ke museum seperti pengendara mobil mobil serta motor, iya ini jalan utama, penghubung antar dusun yakni Wonolelo dan Glagah ombo bahkan penghubung antar kecamatan yakni plupuh dan Kalijambe,” bebernya.

Sementara itu, Sudaryanto selaku kadus satu Desa Ngebung, Kalijambe, Sragen menyampaikan bahwa dari kejadian tanah longsor dan jalan terputus ada 4 rumah warga yang jadi korban.

“Waktu kejadian ini ada 4 rumah warga yang jadi korban yakni rumah keluarga Satal (45), Suyono (47), Sukarmin dan Suyatmi, empat keluarga tersebut saat ini mengungsi di tempat saudara,” jelasnya.

Menurut Sudaryanto, akibat terputusnya akses jalur antar museum dan antar kecamatan ini sudah dilaporkan oleh pihak desa ke tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Iya sudah, yang kesini juga udah dari dinas sosial, PU, kecamatan bahkan juga udah ada bantuan dari dinas sosial seperti bantuan sembako,” kata Sudaryanto.

Pihaknya juga membeberkan dampak terputusnya akses ini sangat berpengaruh bagi masyarakat dan wisatawan. “Dampaknya itu rumah warga dan akses wisatawan terganggu dan mereka harus muter ke jalan lain sejauh 4 Km, ini juga udah di surve dari PU,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.