Peringati HUT RI Ke-77, Kerukunan Lintas Agama Gotong Royong Bersih-Bersih di Makam Pahlawan Manding Sragen

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Berbagai cara dilakukan masyarakat dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-77. Salah satunya aksi aktivis Kerukunan Lintas Agama Sragen, Sabtu 13 Agustus 2022.

Mereka menggelar kerja bakti gotong royong membersihkan Taman Makam Pahlawan Manding Sragen. Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi pukul 07.30 WIB terlihat masyarakat berkumpul dan menggelar sarapan pagi bersama, setelah makan mereka langsung tancap gas membersihkan lingkungan makam.

Terlihat puluhan anggota Kerukunan antar umat beragama tersebut terlihat antusias dan saling gotong royong membersihkan sampah dan daun daun kering disekitar makam, tak tanggung tanggung bahkan sampai ada yang membersihkan selokan maupun kali disamping makam. Dengan membawa alat seperti sapu, cangkul, tempat sampah, ember dari rumah masing-masing.

Franciscus Safirius Sugimin, selaku koordinator pelayanan hubungan antar agama dan kepercayaan dewan paroki santamaria Sragen mengatakan bahwa kerja bakti disekitar makam pahlawan yakni sebagai menyambut hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia ke 77 dan sebagai wujud persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini dari berbagai agama dari islam, katolik, kristen, hindu, budha dan juga aliran kepercayaan semua bersatu padu kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar makam pahlawan dan untuk memperkokoh kesatuan bangsa NKRI harga mati,” kata Sugimin.

Selain itu dalam kegiatan tersebut juga diperkasai oleh bidang tiga terutama program pelayanan hubungan antar agama dan antar kepercayaan paroki gereja santamaria Sragen.

“Ini anggota perwakilan dari seluruh kecamatan di sragen yang diwakili masing masing agama dan kepercayaan, kami udah punya wadah yang namanya FKUB mas tujuannya untuk kerukunan dan mempererat persaudaraan antar agama sehingga untuk menggelar acara ini lebih mudah,” bebernya.

Selain itu, tujuan dengan adanya kerukunan antar lintas agama juga selalu menggelar kegiatan sosialisasi mauoun kegiatan yang lain, akan tetapi menurut Sugimin tahun ini dilakukan kegiatan sebagai bentuk cinta kasih pada negeri diwujudkan dengan cara kegiatan kerja bakti bersama.

“Harapan saya sendiri dengan kegiatan seperti ini toleransi di kabupaten Sragen akan terus terjaga dengan baik, jadi tidak ada perkotak kotakan ya mas, banyak sekali beredar di media sosial ada pemaksaan pakai atribut tertentu oleh sekelompok orang, kami harapkan di sragen tidak ada, di sragen dibawah kepemimpinan ibu bupati Kusdinar untung yuni sukowati bagus sekalai untuk toleransi di kabupaten Sragen,” ujarnya.

Selain itu, Rokhim prihatin dari Nahdatul ulama Sragen dan mewakili komunitas kelingan kebersamaan lintas agama dan kepercayaan sragen menyampaikan sangat senang sekali bisa guyub rukun dan bersama sama kerja bakti antar lintas agama.

“Allhamdulilah kita bisa mengenang para pahlawan di Sragen dan ini mau menuju ke hari kemerdekaan Indonesia semoga Indonesia akan damai makmur, dan ini kerukunan ini atau komunitas ini menjadi wadah kebersamaan ini tadi,”terangnya.

Setyo Budi Karyadi dari perwakilan agama Buddha mengatakan sangat senang sekali, menurutnya kerja bakti tersebut sebagai sarana merekatkan hubungan antar linta agama.

“Iya betul, tidak hanya dari berbagai agama tapi juga dari berbagai kepercayaan, ini sebagai suatu wadah yang bagus sekali untuk memupuk rasa toleransi, agama kebersamaan dan menyatukan kebhinekaan,” paparnya.

Dan perwakilan dari agama Kristen juga ikut hadir, dengan mewakilkan Slamet Riyadi.
Menurut Slamet ia sangat bersyukur sekali bisa terwujud kebersamaan antar lintas agama dan menggelar aksi nyata kerja bakti bersama dilingkungan makam pahlawan.

“Saya dari perwakilan agama Kristen. Bisa berbaur dengan teman teman dari lintas agama dan bisa lebih baik tidak membeda bedakan dengan tujuan yang lebih baik, ini luar biasa dan ini harus dibangun untuk menciptakan sragen lebih baik lagi bersama sama menuju kebersamaan,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.