Dua Pemuda Tak Saling Mengenal Ketemu di Konter HP di Sragen, Ini Yang Dilakukan Keduanya…

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Dua pemuda kedapatan beraksi membobol konter HP di Dukuh Purworejo, Desa/Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sabtu (5/11/2022). Yang geleng-geleng kepala, kedua maling yang tidak saling kenal ini ketemu di lokasi kejadian di waktu yang sama dan kemudian beraksi bareng.

Kedua maling yang berhasil diamankan polisi ini adalah berinisial BLL (20) warga Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Sragen dan ASH (22) warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sragen. Setelah berhasil membobol membawa kabur HP dan sejumlah uang tunai, kedua pelaku kemudian berpisah sendiri-sendiri.

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Sambirejo AKP Zubaedi mengatakan, kedua pelaku memang tidak mengenal satu sama lain, dan baru bertemu di lokasi kejadian. “Ternyata keduanya ketemu di lokasi dan mempunyai niat sama ingin membobol konter. Akhirnya mereka saling bantu dan akhirnya melakukan pencurian bersama-sama,” ujar Zubaedi.

Bahkan keduanya sepakat untuk membagi hasil pencurian masing-masing di konter HP tersebut. “Awalnya Bagas datang ke kios, berjalan dari arah utara menuju ke selatan sambil membuka pintu dan jendela masing-masing kios, dicoba untuk dibuka semuanya,” ungkapnya.

Karena pintu tidak berhasil dibuka, akhirnya Bagas mencoba pintu bagian belakang konter HP. Tak lama, Bagas mendengar ada sepeda motor yang berhenti di dekat kios renteng, karena takut Bagas pun lari ke tengah sawah.

Saat di sawah, Bagas mencoba mengamati gerak-gerak seorang pria yang baru datang itu. “Setelah dilihat, ternyata si pengendara sepeda motor, yakni Aldi juga menuju ke konter tersebut, yang mana memang sudah direncanakan kurang lebih satu bulan sebelumnya untuk jadi target pencurian,” jelasnya.

Aldi sempat mencoba membuka pintu namun tidak berhasil, dan akhirnya ia memilih untuk merusak genting dan menjebol plafon, namun tidak berani turun ke dalam konter. Ketika masih di atas atap, Aldi melihat Bagas yang datang menghampirinya.

Aldi pun sempat ketakutan dan akhirnya turun ke bawah menghampiri Bagas. “Sesampainya di bawah, Bagas menanyakan ke Aldi, mau maling to Mas, dijawab oleh Aldi, iya aku mau maling, kemudian dijawab Bagas lagi, ya sudah sama Mas, aku juga mau maling,” ucap Zubaedi menirukan percakapan kedua tersangka saat di lokasi kejadian.

Setelah itu, tak ada percakapan lagi antara keduanya, yang mana tanpa pikir panjang, Bagas naik ke atap konter dan masuk ke dalamnya. Bagas masuk tepat di bagian kamar mandi, kemudian ia berjalan ke pintu untuk membukakan pintu, agar Aldi bisa masuk ke dalam konter. “Bagas yang mengincar konter HP itu, langsung menuju ke etalase dan mengambil 8 unit handphone,” ujarnya.

Sedangkan Aldi yang mengincar konter tersebut sebulan sebelumnya, langsung menuju meja kasir dan mengambil uang senilai Rp 700 ribu dan 1 unit HP. Tak hanya sampai disitu, kedua maling ini juga bertukar hasil pencurian. Dimana Bagas meminta uang Rp 200 ribu kepada Aldi, dan Aldi meminta kepada Bagas berupa HP, dan diberikan 2 unit. Atas perbuatannya, keduanya dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *