Weleh… Masjid di Dukuh Karang, Desa Gading, Tanon, Sragen Ini Jadi Langganan Pembobolan

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Aksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Masjid Al Barokah Dukuh Karang kulon, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian pencurian kotak amal masjid Al Barokah diketahui pada Jumat 4 November 2022 kemarin, dan sudah dua kali kejadian yang sama.

M. Asikin salah satu warga setempat menyampaikan kronologi pencurian bermula pada saat pengurus masjid hendak bersiap menggelar sholat jumat, pada saat hendak mengambil kotak infaq yang ukuran kecil terlihat kotak amal yang ukuran besar dekat kotak infaq sudah terbuka.

“Iya benar, kejadian diketahui pada hari jumat kemarin, kotak amal tersebut sudah 1 tahun tidak dibuka, pada saat hendak dibuka habis jumatan ternyata isinya udah ngak ada dan gembok sudah rusak dibobol maling,” kata M. Asikin pada wartawan, Senin 7 November 2022.

Kotak amal hasil dari infaq jamaah sholat jumat selama satu tahun lenyap tak tersisa, warga mengatakan perkiraan isi kotak amal kurang lebih hampir 4 juta.

“Iya pada saat hendak menghitung uang hasil infaq pengirus masjid kaget kotaknya itu udah terbuka dan gembok sudah gak ada, kondisi kotak sudah kosong, perkiraan uang yang diambil hampir 4 juta rupiah hasil infaq jamaah selama 1 tahun,”jelasnya.

Warga juga mengatakan, kejadian pencurian kotak amal masjid al barokah sudah 2 kali dan pelau Pencurian belum diketahui.

“Wah kalau kejadian seperti ini udah 2 kali mas di masjid karang, yang diambil kotak besar itu juga, wong kota itu udah kotak paten tapi malingnya masih bisa bongkar,” bebernya.

Sayangnya, atas kejadian ini, warga dan pengurus masjid juga belum melaporkan ke pihak polsek setempat.

“Yang kejadian pertama hilang perkiraan hampir 3 juta, dan wayahe buka hasil kotak amal tahunan itu selalu gak ada isinya, kejadian ini juga belum dilaporkan ke pihak kepolisian karena warga menganggap pelaku juga sulit ditemukan, saat ini warga hanya bisa pasrah dan mengiklaskan,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *