Badan Otorita Borobudur Ajak Peserta Peningkatan Kapasitas Usaha Ekonomi Kreatif ke Sentra Batik dan Museum Sangiran Sragen

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Badan Otorita Borobudur (BOB) melakukan serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas usaha ekonomi kreatif fashion di Kawasan Pariwisata Borobudur. Pelatihan diikuti 57 orang yang tergabung dalam delapan kelompok. Mereka berasal dari Kabupaten Sragen dan Karanganyar.

Plh. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Agustin Peranginangin mengatakan, kegiatan yang dilakukan Juni-November 2022 telah ditutup pada Kamis (17/11/2022) di Hotel Harris Solo.

“Kemarin sudah kami tutup. Lalu hari ini ajak para ritel ikut trip ke lokasi di Sragen dan Karanganyar. Agar melihat langsung potensi ekraf di dua lokasi ini,” kata Agustin di sela-sela kunjungan ke Museum Sanggiran, Jumat (18/11/2022).

Trip sekaligus tinjauan diharapkan dapat menyakinkan para ritel modern akan keberadaan brand Batik Arga Praga yang merupakan kumpulan brand dari pelatihan yang telah sukses dilakukan sebelumnya. Tinjauan dilakukan pada tiga lokasi, *yakni Rumah Batik Giriarum Karanganyar serta kelompok Batik Mekarjaya dan Kelompok Batik Soka Prada yang berada di Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

Pada kesempatan yang sama, mereka juga diajak untuk mengunjungi Museum
Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan yang merupakan salah satu icon penting di destinasi pariwisata nasional (DPN) Sanggiran.

Setidaknya ada 27 motif batik yang dikembangkan dari dua kabupaten itu. Ke depan kolaborasi harus terus terjalin sehingga puluhan motif batik dapat dikemas dengan baik.

Lebih lanjut, Angin, sapaan akrabnya mengatakan pentingnya ekraf di sektor pariwisata. Sebab wisatawan saat ini sudah tidak lagi sekedar ke destinasi wisata dan melakukan kegiatan wisata. Pola wisatawan mengalami perubahan tren. Mereka juga mencari ciri khas yang otentik dari destinasi wisata yang dituju.

“Pariwisata tidak lagi orang berhenti dan healing, tapi ekraf bisa menjadi penyangga utama. Bisa jadi orang berbelanja dan berwisata, tidak terbatas. Sekarang tidak lagi orang datang berkeliling saja, tapi juga berkembang ke wellness tourism,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves, Rustam Efendi mencatat pentingnya sinergitas antar sektor pemerintahan. Sebab hal itu menjadi kunci kesuksesan tercapainya kesejahteraan masyarakat.

“Catatan penting bukan kompetisi. Tapi bagaimana maju bersama menyejahterakan semua. Kita harus bangga menggunakan buatan Indonesia. Daripada belanja yang tidak efektif, lebih baik dialokasikan ke sektor penyangga ekonomi,” jelasnya.

Diketahui, pelatihan fesyen yang ditujukan kepada dua Kabupaten meliputi desain motif batik, pelatihan produksi purwarupa, pelatihan bisnis, pemasaran, pelatihan foto produk & branding, serta pendampingan digital marketing. Tidak berhenti di situ, pendampingan akan terus dilakukan. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *