Kabar Menyeruak, Warga Sragen Dibikin Resah Kasus Percobaan Penculikan Anak

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejumlah warga Sragen resah dengan aksi percobaan penculikan anak yang marak terjadi akhir-akhir ini. Aksi percobaan penculikan anak terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Sragen yakni di Kecamatan Mondokan, Karangmalang, dan Sambungmacan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tepianindonesia.com Jumat 21 Februari 2020, salah satu warga yang mengaku anaknya menjadi korban aksi percobaan penculikan yakni Adam Rohmat Harifai Rofiah (25), warga Dukuh Panji, Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Adam, percobaan penculikan anaknya berawal saat anaknya bermain bersama kedua temannya di pinggir jalan. Lantas tiba-tiba ada tiga pria berbadan besar berhenti dan menghampiri tiga anak yang sedang asyik bermain dengan gelagat yang mencurigakan.

“Ada tiga orang mendekati anak saya dan anak tetangga. Mertua saya tahu dari toko lari menuju ke anak saya yang sedang bermain. Entah kenapa tiga orang tadi tiba-tiba ketakutan dan kabur setelah melihat mertua saya,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Adam dan sejumlah warga yang lain hingga saat ini masih merasa waswas dan resah. “Waktu kejadian hari Kamis pukul 10.00 WIB, dan itu pas saya kerja. Pelaku membawa motor,” kata Adam.

Sementara itu, Kepala Desa Mojorejo Suharno saat dikonfirmasi di kantor cukup kaget mendengar kabar yang terjadi di wilayahnya. Pihaknya mengatakan, baru pertama kali terjadi di Mojorejo.

Warga diimbauuntuk orang tua tetap hati-hati dan waspada. “Kalau ada orang asing yang belum pernah dikenal dan mencurigakan segera laporkan ke ketua RT atau kepala desa,” harapnya.

Terpisah, aksi percobaan penculikan juga terjadi di Desa Kedawung, Mondokan, Sragen. Warga digemparkan dengan kemunculan komplotan penculik di wilayah setempat pada Rabu petang 19 Februari 2020. Empat siswi SD di Dukuh Sidomulyo, Kedawung, Mondokan nyaris menjadi korban para penculik.

Beruntung, mereka berhasil melawan dengan melempari mobil pelaku dengan batu sehingga pelaku akhirnya kabur. Data yang dihimpun di lapangan, pelaku diketahui berjumlah sekitar empat orang semuanya laki-laki. Mereka menaiki mobil Avanza warna hitam. (reporter: Huriyanto)