Polres Sragen Rilis Penipuan Diler Honda Nusantara Sakti Sragen, Kerugian Konsumen Tembus Rp 2 Miliar!

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Polres Sragen menggelar jumpa pers terkait aksi penipuan terhadap konsumen yang dilakukan oknum karyawan diler Honda Nusantara Sakti Sragen (NSS) Selasa 10 Maret 2020. Polisi menetapkan tersangka dalam kasus penipuan tersebut.

Tersangka bernama Mustakim (40) berhasil diamankan pihak kepolisian setelah mendapat laporan masyarakat Sragen yang merasa dirugikan. Aksi penipuan promosi abal-abal ini membikin kerugian konsumen tembus Rp 2 miliar.

Terdapat 256 konsumen diler di sejumlah wilayah, seperti Sukodono, Tanon, Sragen Kota, Kabupaten Karanganyar dan beberapa wilayah lain. Total 400 unit sepeda motor dengan kerugian rata-rata per orang Rp 20 juta.

Dalam jumpa pers itu, Mustakim yang menjabat sebagai tim lider ini mengaku menjalankan aksi dengan modus penipuan dilakukan sendiri. Dia bekerja di diler Nusantara Sakti sudah puluhan tahun tergiyur uang banyak.

“Saya bekerja sudah 10 tahun, tidak ada yang ngajari. Banyak yang sudah jadi korban saya. Mudusnya saya mainkan program promo, menawarkan promo, padahal itu promo tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo menyampaikan, kejahatan tersangka tersebut sangat meresahkan banyak warga Sragen. “Penggelapan oleh salah satu karyawan pembiayaan kendaraan bermotor yang mungkin korbannya banyak. Tersangka kita proses kita data korban-korban yang lainnya,” bebernya.

Tersangka mengaku akan menanggung perbuatannya dengan ancaman pidana 4 tahun penjara. “Tersangka kita tahan dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara,” jelas kapolres.

Terpisah, S. Jadi (50), koordinator paguyuban korban penipuan diler Nusantara Sakti Sragen mengaku korban masih terus bertambah. Pihaknya terus koordinasi dengan warga Sragen lain yang menjadi korban penipuan agar tetap menjaga kemanan.

“Jangan sampai ada anarkis. Ini masih terus kita data korban-korban yang lain. Kerugian jelas miliaran rupiah pokoknya,” jelas Jadi. (reporter: Huriyanto)