Hati-Hati Amankan Lingkungan! Agar Tidak Salah Tangkap Seperti yang Dialami Pencari Bekicot Asal Kecamatan Tanon Sragen Ini

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Maraknya aksi percobaan pencurian di sejumlah daerah rupanya berimbas pada sejumlah warga yang memiliki profesi pekerjaan malam hari. Kisah miris datang dari Parno alias Kasno (35), warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Kasno sehari-hari berprofesi sebagai pencari bekicot saat malam hari dituduh sebagai maling oleh warga. Kini dirinya hanya bisa pasrah tidak lagi bisa bekerja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan kini Kasno dan anak istrinya hanya bisa makan seadanya, lantaran sudah tidak bisa lagi bekerja mencari bekicot untuk dijual.

Saat ditemui di rumahnya, Kasno menceritakan kejadian yang menimpanya beberapa hari lalu hingga saat ini masih trauma dan takut dengan kejadian pada malam itu. Bahkan sesekali terlihat wajah Kasno meneteskan air mata, akan keadaan yang saat ini ia alami.

“Iya masih takut saja mau nyuloh bekicot lagi. Kemarin sempat dituduh-tuduh saya ini maling. Padahal saya bekerja hanya cari bekicot buat dijual guna kebutuhan sehari-hari dan buat angsuran utang bank. Saya bukan pencuri,” kata Kasno, Jumat 24 April 2020.

Rupanya kejadian yang dialami hingga saat ini benar-benar membuat dia taurama. Bahkan sudah 10 hari ini Kasno tak bisa lagi bekerja mencari bekecot.

Dituduh pencuri saat malam hari oleh sejumlah warga di wilayah Gemolong, Sragen dan di wilayah Andong serta Karanggede Boyolali. “Awalnya saya di wilayah Gemolong dibentak-bentak sama pemuda dan orang tua yang pada ronda,” keluhnya.

Saat dia mencari bekicot terus diawasi orang banyak hingga dituduh sebagai pencuri. Lantas dia memilih pergi dari wilayah Gemolong terus pindah ke daerah Andong dan Karanggede. “Saya juga diteriaki maling sampai KTP saya bersama motor mereka foto,” tutur dia.

Hingga kini Kasno di tengah wabah penyebaran virus corona dan kondisi wilayah diisukan banyak pencurian ia tak bisa mendapat penghasilan apa apa. Dirinya hanya berharap janji pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak virus corona benar-benar nyata dan bisa sampai ke tangan dirinya.

“Iya katanya mau ada bantuan dari pemerintah, sampai saat ini saya sendiri juga tidak mendapatkan Mas. Saya berharap semua bisa kembali normal lagi dan saya bisa bekerja seperti biasanya tidak di curigai maling dan wabah virus ini segera hilang,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)