Pasien Positif Covid-19 Di Boyolali Tambah Enam Orang, Didominasi Cluster Ijtima Gowa Sulawesi Selatan

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali merilis perkembangan pandemi virus corona atau Covid-19, Selasa 5 Mei 2020. Yakni pasien kasus positif covid-19 di Bayolali bertambah 6 orang dari sebelumnya 7 orang.

Penambahahan kasus tersebut di dominasi cluster ijtima gowa Sulawesi selatan. “Hasil pemeriksaan laboratorium BBPPVRP Salatiga dari pengambilan sampel swab, ditemukan beberapa warga Boyolali yang positif COVID-19. Ada 6 orang yang ditemukan positif hasil pemeriksaan PCR-nya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina.

Ratri mengungkapkan, meningkatnya kasus tersebut sebagian besar dikarenakan penularan dalam transmisi lokal di lingkungan keluarga.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus menerus bergotong-royong bersama pemerintah dalam menghadapi pandemic covid 19. Diantaranya tetap melaksanakan social distancing dan physical distancing. Kemudian menggunakan masker untuk semua orang. Kemudian jangan lupa untuk cuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir. Dan selalu stay at home (berdiam di rumah),” katanya.

Disebutkan terkait penambahan kasus covid-19 di Boyolali, saat ini jumlah kasus ada 13, namun yang sudah dinyatakan sembuh ada satu dan meninggal satu orang. Dari 6 orang tersebut 4 di antaranya merupakan cluster ijtima gowa, dari hasil tracking sementara telah terjadi beberapa transmisi lokal diantara mereka.

“Kita beri identitas pasien no 10 dan no 11 adalah WH (47) dan MR (68) asal Kecamatan Ampel yang merupakan klaster Gowa. No 12 adalah SR (41) dan pasien no 13 adalah NJ (44) keduanya dari Ngemplak yang juga merupakan klaster Gowa,” kata Ratri.

Selain mereka berempat, lanjut Ratri, pasien baru adalah AN (13) dari Kecamatan Simo sebagai pasien 08. AN merupakan kontak erat dari pasien 01 berinisial TS. Hasil tracking sementara sebanyak 7 orang dan sudah dilakukan rapid tes 3 orang dengan hasil non reaktif. “Empat orang lainnya belum melakukan rapid tes,” terang dia.

Pasien selanjutnya adalah RY (40) asal Kecamatan Juwangi. Pasien perempuan ini merupakan kontak erat dengan pasien positif Coovid 19 asal Kabupaten Grobogan. Hingga kini, dia masih menjalani karantina di RSD Covid Boyolali.

Ditambahkan, dari pendataan tercatat sebanyak 20 pasien dalam pengawasan (PDP) telah meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 8 orang dinyatakan negative Covid 19 dan 6 lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Dan 4 lagi belum sempat diambil sampel swab-nya,” tegasnya. (wan)