Jengkel Serangan Tikus Merajalela, Petani Dibantu TNI/Polri di Sragen Gropoyokan Masal

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Maraknya hama tikus di sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen membuat sejumlah petani harus ekstrakeras membasmi hama satu ini. Ratusan hingga ribuan ekor tikus setiap harinya berhasil di tangkap oleh sejumlah petani di beberapa kecamatan seperti Sragen, Ngrampal, Plupuh, Sambungmacan, Tanon, Sukodono, Karangmalang.

Berbagai cara dilakukan untuk membasmi hama tikus di sawah, bahkan demi mengendalikan hama yang satu ini petani nekat pasang jebakan tikus dengan aliran listrik tegangan tinggi.

Namun rupanya dengan jebakan tikus dengan listrik malah banyak memakan korban, terdapat 6 petani Sragen meninggal dunia akibat ranjau jebakan tikus tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Polisi dari Polsek Sidoharjo, TNI
Relawan LPBI NU Kecamatan Sidoharjo, Pemdes Sidoharjo dan kelompok tani melaksanakan kerja bakti pembasmian hama tikus sawah ramai-ramai.

Kegiatan gropyokan Hama Tikus di pimpin langsung oleh Kapolsek Sidoharjo AKP Agung Ari Purnomo mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo di pematang area persawahan Desa Sidoharjo.

Dalam arahannya, Kapolsek Sidoharjo menyampaikan bahwa kegiatan gropyokan hama tikus bermaksud untuk menyelamatkan para petani dari gagal panen karena serangan tikus.

“Gropyokan hama tikus kita lakukan dengan memakai alat omprong, dimana alat ini sudah terbukti dapat membasmi hama tikus dengan tepat dan efisien,” kata AKP Agung Ari Purnomo, Jumat 29 Mei 2020.

Menurut Kapolsek Sidoharjo, pengunaan alat Omprong di tambah Gas elpiji 3 kg, Regulator gas, Pipa besi modifikasi, Beleran, Bambu sebagai pemukul tikus, Plastik tempat tikus dirasa sangat tepat dan aman bagi semua petani.

“Saya tekankan kepada kelompok tani jangan ada lagi membasmi tikus dengan cara memasang aliran listrik, karena sudah banyak korban yang meninggal dunia yang diakibatkan tersetrum aliran listrik yang dipasang para petani,” bebernya.

Tidak hanya itu, para kelompok tani yang hadir dalam kegiatan groyokan tikus juga mendapatkan himbuan dan arah dari anggota kepolisian terkait bahaya pengunaan jebakan tikus dengan setrum listrik.

“Apabila para petani masih memasang perangkap tikus dengan cara aliran listrik ,kami akan proses hukum apabila timbul korban jiwa,” ujarnya.

Dalam kegiatan pembasmian hama tikus sawah tersebut didapatkan ratusan ekor tikus yang mampu di basmi guna menekan perkembangan populasi hama tikus dan membantu memperbaiki ekonomi para petani dari ancaman gagal panen. (reporter: Huriyanto)