Jelang New Normal, Pemerintah Desa di Sragen Bentuk Posko Siaga Covid-19

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Jelang New Normal 10 Juni Sragen, sejumlah desa mulai menyiapkan diri agar pelayanan masyarakat berjalan normal. Sejumlah desa pun mulai membuat kampung siaga Covid-19 untuk antisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.

Dukungan dan partisipasi masyarakat didorong agar upaya pencegahan berjalan sesuai harapan bersama damalam membrantas pandemik corona ini.

Salah satu desa yang sudah menerapkan sistem menuju New Normal yakni Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan dan Desa Sidoharjo Kecamatan Sidoharjo. Langkah ini dilakukan untuk sosialisasi masyarakat agar memahami dan patuh pada protokoler covid-19.

Ditemui wartawan, Kepala Desa Bedoro, Pri Hartono menyampaikan, pihaknya sudah membuka kampung siaga Covid-19 sejak Selasa 9 Juni 2020. Dalam pelaksanaannya merujuk standar posko Covid-19 di desa. Yakni menyiapkan Alat pelindung Diri (APD) sampai menyiapkan ruang isolasi bagi pendatang atau Pelaku Perjalanan (PP) yang masuk ke desa.

Dalam penjagaan posko, pihaknya memberdayakan karangtaruna dan relawan RT/RW. Lantas gedung yang digunakan yakni Gedung BUMDes yang dirasa cukup representatif. ”Kesadaran masyarakat cukup pro aktif, jika ada yang bandel langsung dilaporkan,” jelasnya.

Pihaknya juga berupaya melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan membuat video yang mudah diterima masyarakat di semua kalangan. Dari anak-anak sampai orang dewasa.

Upaya serupa juga dilakukan masyarakat desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo. Ristanto Djoyo Hadikusumo selaku Ketua kampung siaga menggelar launching desa siaga covid-19 ini pada Senin (8/6) malam. ”Kami melaksanakan program pencegahan covid-19. Mulai sosialisasi bagi masker ke masyarakat, distribusi sabun, dan mendata PP,” bebernya.

Posko yang disiapkan sebagai tempat monitoring warga. Menghimbau agar warga tidak mudik. Pihaknya juga membuat sistem satu pintu akses warga. Lantas rutin setiap dua pekan sekali melakukan penyemprotan dan sterilisasi fasilitas umum, fasilitas sosial dan sekolah.

Dia menjelaskan menjelang New Normal, pemerintah Kabupaten Sragen memberi kelonggaran sejumlah fasilitas masyarakat dengan aturan yang ketat. Dengan disiagakan kampung siaga covid-19 ini mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum selesai. Maka perlu tetap mengikuti protokol kesehatan.

Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di Sragen bertambah satu orang. Pasien laki-laki usial 40 tahun asal Kecamatan Kedawung yang merupakan pasien PDP di RSUD dr Soehadi Prijonegoro dinyatakan positif Covid-19. Saat ini jumlah pasien yang dinyatakan positif mencapai 37 orang. Sejumlah 28 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang masih dirawat. (reporter: Huriyanto)