PILKADA SRAGEN 2020: TPS Bertambah Anggaran KPU Membengkak

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Anggaran Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sragen melonjak Rp 3 miliar. Kondisi itu tak lepas dari kebutuhan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Apalagi saat pandemi Covid-19 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen harus mematuhi protokol covid-19.

Tahapan Pilkada 2020 kembali berjalan pada 15 Juni ini. Lantas pihak KPU merevisi anggaran untuk pelaksanaan pilkada pada massa pandemi Covid-19. Anggaran membengkak lantaran ada perubahan jumlah TPS, dari 1.644 TPS menjadi 2.271 TPS.

Ketua KPU Sragen Minarso menyampaikan regulasi awal dalam satu TPS maksimal bisa menampung 800 warga yang menggunakan hak pilih. Namun karena ada pandemi, aturan berubah menjadi maksimal 500 orang warga. Sehingga dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) kabupaten Sragen saat ini sekitar 800 ribu orang maka harus menambah TPS.

”Mau tidak mau anggaran bertambah untuk membuat TPS, honor KPPS dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajukan anggaran untuk Alat Pelindung Diri (APD) sejumlah Rp 16,7 miliar. Namun dari pemkab Sragen tidak menyetujui usulan tersebut. Demi pelaksanaan Pilkada, kebutuhan APD ditanggung oleh Pemkab Sragen.

”Kita kordinasi soal anggaran kita mendapat tambahan anggaran Rp 3 miliar jika dibulatkan untuk penambahan TPS. Untuk kebutuhan KPU dalam pencegahan Covid-19 semuanya dipenuhi Pemkab Sragen dalam bentuk barang hibah, lewat dinas kesehatan kabupaten Sragen. Jadi kami tidak belanja barang dan tidak buat SPJ,” terang dia.

Lantas dengan pembengkakan anggaran ini, sebelum pandemi Covid-19 anggaran untuk pilkada sebesar Rp 24,4 miliar. Namun saat ini anggaran menjadi Rp 27,4 Miliar. Selain itu ada efisiensi anggaran senilai Rp 881 juta. Anggaran efisiensi itu untuk memotong biasa perjalanan dinas ke KPU Pusat dan 60 Persen Kegiatan perjalanan dinas KPU Provinsi Jateng.

Dia menyampaikan dalam penyelenggaraan pilkada ini sudah mulai tahapan pemutakhiran data pemilih. Petugas yang diterjunkan juga wajib membawa masker dan hand sanitizer agar warga merasa aman dalam menjalankan tugas.

Dalam proses kembali pada tahapan pemilu ini, pihak KPU Sragen melantik 3 orang PPS yang belum sempat dilantik dan 2 orang PPS Pergantian Antar Waktu (PAW). (reporter: Huriyanto)