STAF AHLI MENTERI PUPR SEBUT KOTA SOLO SEBAGAI KOTA BUDAYA DAN KOTA WISATA YANG MENGESANKAN DI JAWA TENGAH

TEPIANINDONESIA.COM-SOLO-Memang tidak pernah habis membahas Kota Solo. Kota yang kaya akan budaya, wisata dan warganya terkenal sangat ramah-ramah.

Berbagai keunikan dan budaya yang masih terjaga dengan baik, Kota Solo tetap eksis meskipun zaman semakin maju. Kota Solo, kota yang nyaman, kota yang selalu memberikan pesan tersendiri bagi siapa pun yang berkunjung di kota kelahiran orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Kesan Kota Solo ini disampaikan oleh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat R. Sudirman. Hal ini disampaikan ketika berbincang-bincang dengan wartawan, Selasa 16 Juni 2020.

Pihaknya mengaku terpikat dengan Kota Solo. ‘Jjika ada tugas ke Solo, rasanya selalu seperti pulang ke rumah sendiri,” katanya kepada wartawan Tepianindonesia.com, Selasa 16 Juni 2020.

Sudirman sendiri diketahui pernah menimba ilmu di SMA 6 Solo dan UNS. Sejak lulus kuliah Fakultas Teknik UNS tahun 1987, Sudirman meniti karir di Jakarta. Sampai sekarang mencapai posisi pejabat Eselon I di Kementerian PUPR sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat.

Sudirman mengatakan bahwa ia lahir di RS Panti Kosala, Kerten, Solo memiliki keluarga besar yang tinggal di Sawit, Boyolali. Dia tak menyangkal bahwa Kota Solo mengesankan dan ngangeni bagi dirinya.

Menurutnya, Kota Bengawan itu juga menawarkan keramahan dan kenyamanan bagi pendatang maupun warga kota. Pengunjung bisa menikmati kuliner yang lezat, atau berburu batik. Bisa pula mengunjungi destinasi wisata Keraton Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran, Taman Sriwedari maupun Museum Danarhadi dan masih banyak lagi tempat yang layak dikunjungi.

Kota Solo sudah terkenal luas akan keramahan warganya, Kota Solo juga tak terkikis dengan kemajuan zaman seperti saat ini. ”Hal itu sebagai asset sosial budaya untuk menggerakkan roda perekonomian dan destinasi wisata di kota itu,” bebernya.

Sudirman juga berpesan pada semua orang yang akan berkunjung ke Kota Solo agar tak lupa berkunjung membeli batik, di toko atau di Kampung Batik Laweyan maupun di Pasar Klewer Solo. Maka penjual akan melayani calon pembeli dengan ramah.

“Calon pembeli bisa mengajak ngobrol tentang motif dan ciri khas batik kita. Ngobrol lama pun tak apa, walaupun belinya mungkin hanya sepotong” tuturnya.

Bentuk keramahan lain yang ditunjukkan warga Kota Solo terlihat saat jika ada pendatang yang baru tiba di kota Solo dan tersesat atau butuh informasi. Siapa pun yang ditemui di jalan dengan ramah akan membantu.

Demikian pula jika warga sedang dirundung musibah, teman-teman, tetangga dan kolega akan bahu-membahu membantu. Itulah harmonisasi kehidupan warga kota Solo yang ramah dan peduli terhadap sesama. ”Harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Kota Solo, tetap terjaga seiring dengan kemajuan zaman,” ungkapnya.

Melihat potensi kota yang mengesankan dan menawarkan keramahan serta kenyamanan bagi pendatang maupun warganya, R Sudirman meyakini kalau Kota Solo kelak bakal maju pesat. Kalau ada program-program dari pemerintah kota yang bagus, lanjut Sudirman perlu disampaikan ke pemerintah pusat untuk memperoleh pendanaan.

Ahli Tata Pemerintahan itu juga mengungkapkan sinergitas eksekutif dan legislatif, dukungan masyarakat dan stakeholder akan memacu perkembangan kota. Memimpin Kota Solo, memang tidak mudah. Sehingga dalam Pilkada di Solo nanti, butuh sosok yang mengerti dan memahami persoalan di Solo. (reporter: Huriyanto)