Sudarsono, Warga Dukuh Ngadirejo Sambungmacan Sragen Temukan Lima Ribuan Fosil Purba, Ini Rencana Kedepan Pemerintah Desa

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sudarsono (63), warga Dukuh Ngadirejo, Desa/Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, kini memiliki lima ribuan fosil purba. Jenisnya mulai fosil tulang hewan, manusia, hingga kayu berusia ratusan tahun.

Fosil-fosil yang terkumpul itu bermula Sudarsono mengumpulkan fosil satu per satu dari aliran Sungai Bengawan Solo. Lantas kini Sudarsono telah memiliki musium mini di rumahnya.

Selama ini, wilayah Sragen sebagai kota perpustakaan purba. Lantaran sebagian besar fosil manusia, hewan dan tumbuhan purba terarsipkan dengan baik oleh alam. Banyak penemuan fosil tidak hanya di sekitar Sangiran kalijambe saja, akan tetapi juga ada di Kecamatan Sambungmacan.

Sementara, kondisi museum di Sambungmacan tidak seperti Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS) dan beberapa cluster di sekitarnya yang sudah dikelola pemerintah.

Musium kecil milik laki-laki yang sehari sebagai juru foto ini tidak hanya tulang tengkorak dan fosil saja. Namun di ruang tamu milik Sudarsono ada koleksi botol-botol tua sejak zaman kolonal belanda.

Bahkan ada yang dibuat sejak tahun 1800-an. Dia mengumpulkan sejumlah fosil itu sejak dibuatnya sudetan proyek bengawan Solo, banyak fosil ditemukan. Saat ini sudah sekitar 4.000 potongan fosil yang dikumpulkan. Selain itu sekitar 600 fosil sudah dibawa ke BPSMPS.

Meski hanya lulusan SMP, Darsono mampu mengidentifikasi fosil dan batu biasa. Dia juga belajar dari para tamu-tamu peneliti yang datang untuk mengidentfikasi fosil. Apalagi rumahnya hanya sekitar 100 meter dari lokasi banyak ditemukan fosil binatang.

Lantas pihaknya mengaku sering mendapat tawaran untuk menjual fosil-fosil miliknya. Namun karena merasa sayang, pihaknya enggan melepasnya. ”Kalau di tawar ya sudah, ada Rp 5-10 juta dari kolektor, kalau dikasihkan nanti habis lha sudah dikumpulkan sebanyak ini,” kata Sudarsono, Kamis 18 Juni 2020.

Sudarsono juga menyampaikan kebanyakan temuan fosil di sekitar Sambungmacan sebagian besar berupa fosil binatang. Saat ini fosil yang dikumpulkannya jauh lebih rapi. Sebelumnya hanya ditempatkan di halaman. Selain itu ditempatkan di rak kayu. Namun dirinya dapat bantuan dari Bupati Agus farchur Rahman berupa rak untuk menyimpan koleksi.

Darsono menyampaikan dari pemerintah setempat sendiri menyampaikan sudah mengusulkan ke pemerintah pusat. Temuan fosil di Sambungmacan tetap akan ditempatkan di sekitar daerah penemuan, bukan dibawa ke Sangiran.

”Justru yang banyak protes itu yang berkunjung dari luar negeri kesini. Tempat seperti ini kenapa tidak dikelola dengan baik,” bebernya.

Terpisah, Kades Sambungmacan Bondan Pratiwi menyampaikan pengumpul fosil di Sambungmacan hanya Sudarsono. Dia menyampaikan ada rencana untuk pengembangan. Pihaknya sudah mengirim surat ke Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk tim pengkaji potensi desa.

”Pengembangannya ke desa Wisata, di dekat rumah pak Sono. Bengawan solo ada Pulau tersendiri yang bisa jadi potensi wisata. Kita harus buat paket, kalau itu saja kan kurang,” jelasnya. (reporter: Huriyanto)