Kembali Terjadi, Tugu PSHT di Sragen Dirusak Massa, Ini Langkah Polres Sragen

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Aksi pengrusakan tugu lambang perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Sragen, Jawa Tengah, kembali terjadi Minggu 5 Juli 2020.

Aksi perusakan kelompok tak dikenal tersebut sempat terekam kamera handphone (HP) oleh warga setempat. Ratusan diduga sengaja membuat situasi wilayah Kabupaten Sragen tidak kondusif.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah tugu perguruan silat yang berada di tiga wilayah dirusak. Yakni Kecamatan Mondokan, Gesi dan Sukodono. Pengrusakan dilakukan beramai-ramai oleh ratusan orang tak bertangung jawab.

Mengetahui aksi massa yang semakin anarkistis dan tidak bisa dikendalikan, lantas membuat pihak kepolisian dari Polres Sragen turun langsung ke lokasi kejadian (TKP). Yakni berupaya cepat mengamankan kondisi, sehingga tidak sampai terjadi keributan yang semakin meluas.

Tidak hanya itu, selain mengamankan sejumlah oknum pengrusakan, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah sepeda motor. Tak tanggung-tanggung. Polisi mengamankan sekitar 50 kendaraan roda dua, yang mana diduga digunakan untuk konvoi dan menjadi alat kendaraan pengrusakan patung PSHT di Sragen.

Sementara itu, ditemui di Mapolres Sragen, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menyampaikan agar semua pihak untuk menahan diri. Permasalahan di lapangan sudah ditangani pihak kepolisian.

”Kami mengimbau pada teman-teman ini sudah kami tangani. Mohon masing-masing mengerem diri jangan sampai berkelanjutan dan merugikan banyak pihak,” katanya.

Tidak hanya itu, kapolres juga meminta masyarakat untuk menyerahkan permasalahan tersebut pada pihak kepolisian. Target utama dalam hal ini menjaga kondusifitas di Kabupaten Sragen. Kepolisian masih mendata pelaku perusakan maupun sepeda motor yang disita.

Untuk titik kerusakan tugu dan lambang perguruan silat masih dipetakan. Namun yang sudah terpantau yakni di Mondokan, Gesi dan Sukodono. ”Kami siapkan anggota, dan berkordinasi dengan forkompimda, malam ini kami rapat dengan forkompimda,” bebernya.

Lantas Polres Sragen segera melakukan patroli berskala besar dengan back-up dari TNI, baik dari Kodim 0725/Sragen maupun Yonif Raider 408/Suhbrastha. Pihaknya juga mendapat suport dari Brimob.

Terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan Cabang PSHT Sragen Edy Indriyanto saat dihubungi menegaskan, tidak tahu-menahu pangkal masalah sampai terjadi pengrusakan. Pihaknya sigap mencegah anggota untuk tidak terprovokasi.

”Malam ini semua ketua ranting kita kumpulkan untuk memberi arahan agar tidak terprovokasi. Kami menghindari benturan fisik dan menjaga agar Sragen tetap kondusif,” tandasnya.

Pihaknya menyerahkan kasus tersebut pada proses hukum. Demikian dengan pelaku yang melakukan pengerusakan harus mendapat sanksi pidana sesuai jalur hukum. (reporter: Huriyanto)