PERKEMBANGAN COVID-19 BOYOLALI: Dinkes Boyolali Konfirmasi Penambahan 6 Kasus Positif Covid-19

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina menyampaikan data perkembangan Covid-19 yang disampaikan dalam jumpa pers di lobi kantornya, pada Senin (13/07/2020). Kepala Dinkes yang akrab disapa Lina ini menjelaskan adanya penambahan enam kasus pasien positif Covid-19 di Boyolali. Dengan demikian, akumulatif jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 hingga saat ini sebanyak 80 Orang.

Penambahan kasus dengan nomor register 075 dengan inisial DP dari Kecamatan Sambi. Pasien 075 terdeteksi positif Covid-19 seusai hasil pemeriksaan laboratorium Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) yang diterima pada tanggal Sabtu (11/7/2020) lalu.

Kemudian kasus 076 dengan inisial DK yang berdomisili di Kecamatan Mojosongo, pasien tersebut terdeteksi positif Covid-19 setelah menjalani rapid tes di salah satu Rumah Sakit swasta di Boyolali.

Kasus ke 077 dengan inisial MN dan kasus ke 078 dengan inisial MA dari Kecamatan Juwangi merupakan kontak erat dengan pasien 067 inisial SU. Yang kemudian diberi nama klaster Manado.

“Ketiga kasus ini kita buat satu klaster, yang kita sebut klaster Manado. Karena pasien 067 ini ada riwayat perjalanan dari Manado,” terangnya.

Lalu, untuk kasus 079 inisal AK juga berasal dari Kecamatan Juwangi. Sekitar satu pekan yang bersangkutan mengalami keluhan kesehatannya yang selanjutnya dibawa ke Puskesmas Juwangi dan dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Untuk kasus nomor 080 inisial SL berasal dari Kecamatan Ngemplak. Pihaknya berencana untuk operasi sendi lutut di RS Orthopedi Surakarta, namun ketika dilakukan pemeriksaan Covid-19 hasilnya positif.

Hingga hari ini, pihak Dinkes mengkonfirmasi masih ada 24 Orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani perawatan, 53 orang dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Boyolali memasuki zona dengan resiko tinggi atau zona merah.

“Hasil penilaian indikator kesehatan masyarakat, skor saat ini sejumlah 1,38. Boyolali masuk kategori zona resiko tinggi atau zona merah,” tegasnya.

Pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan dan juga tetap menggunakan masker. Tak lupa dia juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga jarak atau physical distancing. (wan)