Jangan Lelah Gotong Royong, Bakti Sosial Pemuda PMK Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali di Tengah Pandemi Covid-19

CERMIN NUSANTARA-BOYOLALI-Pandemi Virus Corona (Covid-19) tidak menyurutkan langkah para alumni Pemuda Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Kec, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, dalam bakti sosial (baksos).

Meski dalam keterbatasan ruang gerak dan waktu, namun kegiatan baksos pada Sabtu 19 Juli 2020 berjalan lancar. Yakni menyalurkan bantuan sembako dengan metode roadshow ke 13 desa di wilayah Kecamatan Klego.

“Jadi kami paham betul di saat pandemi ini ruang gerak sangat-sangat dibatasi. Tapi di sisi lain kami juga iba bahwa masih banyak warga yang butuh uluran bantuan, terlebih di saat pandemi ini,” terang Ketua Pemuda PMK Kecamatan Klego Amin Suprihatin.

Untuk itu, metode yang tepat menyalurkan bantuan adalah dengan rodshow dengan peserta terbatas, sehingga tidak ada konsentrasi massa banyak. Roadshow juga tidak lama berhenti di rumah penerima manfaat. “Setelah bantuan diserahkan, anggota yang ikut langsung melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Sementara itu, acara ini diberangkatkan dari kompleks Kantor Camat Klego sekitar pukul 09.00 WIB oleh Kepala Seksi (Kasi) Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SPM) Ifticha Shobaroh, SE, MM. Pihaknya berpesan kepada alumni Pemuda PMK bahwa dalam mengikuti kegiatan kemanusiaan tidak ada batasnya.

Dibutuhkan kesadaran individu dan kolektif dengan menjunjung kebersamaan. Maka seluruh bantuan yang terhimpun adalah gotong royong dari anggota Alumni Pemuda PMK Kecamatan Klego secara swadaya. “Jangan berhenti berbuat baik, terus lakukan hanya berharap Ridho Allah SWT,” tuturnya.

Setelah upacara pelepasan singkat, tim menuju sasaran pertama, yakni rumah Mbah Sumi, warga Dusun Pelang RT 03 RW 03, Desa Bade, Kecamatan Klego. Sampai di rumah Mbah Sumi, kondisi pintu terkunci rapat. Lantas bantuan dititipkan kepada tetangga, jika Mbah Sumi pulang bisa diserahkan.

Saat rombongan tim balik kanan melanjutkan roadshow, di tengah perjalanan tengah jalan sesosok perempuan lanjut usia. Dia membawa payung lusuh, dan memondong sejumlah makanan. Setelah perwakilan menemuinya, ternyata dia adalah Mbah Sumi yang dimaksud untuk diberikan bantuan.

Dua perwakilan anggota menemui Mbah Sumi di pinggir jalan. Katanya dia baru pulang dari warung membeli makanan. Lantaran tidak mengenakan masker, dua perwakilan anggota tim mencoba untuk memasangkan masker di wajahnya, namun Mbah Sumi menolak dan bahkan sempat menangis saking takutnya dengan masker.

“Mungkin sudah lanjut usia, jadi diselimuti rasa takut. Jangan-jangan diapa-apakan. Tapi ya sudahlah kita melanjutkan perjalanan,” tutur Subadi, salah satu anggota Alumni Pemuda PMK Klego.

Raodshow dilanjutkan ke Dusun Jlegong RT 12 RW 03 Desa Banyuurip, Kecamatan Klego. Tim menemui Bapak Dasuki yang menderita sakit cukup lama. Ketika rombongan datang ditemui sang anak dipersilakan masuk ke dalam kamar Bapak Dasuki. Bantuan diserahkan di dalam kamar.

“Matur nuwun Mas sampun dipangiri bantuan sembako. Mugi-mugi Gusti maringi piwales langkung katah (Terima kasih Mas telah memberikan bantuan sembako. Semoga Allah memberi imbalan tambah banyak, Red),” tuturnya.

Perjalanan dilanjutkan ke Dukuh Gadelan RT 04 RW 01, Desa Karanggatak. Tim menemui seorang warga bernama Ibu Kartini yang sudah lanjut usia. Bantuan langsung diserahkan di teras rumah. “Memang sasaran kita dalam baksos ini adalah memprioritaskan warga lanjut usia dan keluarga miskin,” terang Mukhlis, sekretaris Pemuda PMK Klego.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Dukuh Cinde RT 16 RW 04, Desa Gondanglegi. Untuk sampai di lokasi, tim harus menyusuri jalan tengah hutan. Akhirnya sampai di rumah Mbah Umi, yang menjadi penerima manfaat bantuan.

Mbah Umi juga sedang sakit, sehingg hanya bisa tiduran di atas dipan. Ketika rombongan datang terbangun, sehingga bantuan diserahkan langsung di kamar tidur. Perjalanan dilanjutkan ke Dukuh Karanganyar RT 08 RW 02, Desa Klego. Di dukuh tersebut bantuan diserahkan kepada Ibu Menik.

Perjalanan dilanjutkan ke penerima manfaat di Dukuh Blumbang RT 08 RW 02, Desa Blumbang bernama Ibu Rahmini. Kemudian dilanjutkan ke Dukuh Cokeran RT 01 RW 06, Desa Jaten atas nama Mbah Darman; Dukuh Gulon RT 01 RW 01, Desa Tanjung bernama Bapak Arifin; Dukuh Ngegot RT 02 RW 01, Desa Sumberagung atas nama Ibu Suliyem; Dukuh Krajan RT 14 RW 04, Desa Karangmojo atas nama Ibu Siti Maryati; Dukuh Cepoko RT 01 RW 01, Desa Sangge atas nama Ibu Hartini; Dukuh Jaten RT 15 RW 03, Desa Kalangan atas nama Bapak Pono; dan Dukuh Randualas RT 02 RW 01, Desa Sendangrejo atas nama Bapak Bibit. (wan)