Tim Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Boyolali Melakukan Penyemprotan Disinfektan di Pasar Sunggingan

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Seiring penutupan Pasar Sunggingan, Boyolali, tim kesehatan Pemkab Boyolali melakukan penyemprotan disinfektan Selasa 4 Agustus 2020. Los dan kios yang tutup menjadi sasaran penyemprotan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Karsino menegaskan Pasar Sunggingan, Boyolali Kota ditutup selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (4-6/8). Penutupan dilakukan menyusul adanya seorang pedagang berinisial S yang dinyatakan positif Covid-19.

“Selama penutupan, gugus tugas Covid-19 Boyolali melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area pasar,” katanya.

Pihaknya juga kembali mengingatkan agar seluruh pedagang dan pengunjung pasar di seluruh area pasar tradisional di Kabupaten Boyolali selalu menaati protocol kesehatan.

Dimana pedagang dan pengunjung pasar harus mengenakan masker. Selain itu, juga rajin cuci tangan menggunakan sabun di tempat yang telah disediakan.

Sementara itu, meski sudah dinyatakan ditutup, namun ada beberapa pedagang yang tetap berjualan. Untuk itu, tim gabungan petugas Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kodim 0724/Boyolali, Polri Boyolali menggelar patroli di kawasan Pasar Sunggingan. Bahkan petugas tidak segan menutup paksa kios atau los yang nekat buka melayani pembeli.

Mengingat, pasar tersebut dinyatakan ditutup selama tiga hari, Selasa- Kamis (4-6/8). “Tujuan patrol ini untuk memastikan seluruh pemilik kios, los dan oprokan tidak menggelar dagangan,” kata Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono.

Selain itu petugas gabungan juga memasang sejumlah water barrier menutup akses utama menuju pasar, agar tidak ada warga masuk selama pasar ditutup hingga tiga hari kedepan.

“Ada dua akses menuju pasar, pintu masuk utara dan jalan depan pasar sekaligus terminal ngetem angkot ditutup, kita pasang barrier , angkot juga dilarang ngetem depan pasar,” katanya.

Untuk antisipasi warga maupun pedagang yang nekat masuk pasar, pihaknya juga menyiagakan sejumlah personil. Langkah tersebut, lanjut Tri Joko, seiring dengan keutusan penutupan pasar selama tiga hari.

Penutupan dilakukan setelah seorang pedagang dinyatakan positif Covid-19. Pasar pun ditutup untuk dilakukan penyemrotan disinfektan.

“Memang sempat ada yang mau buka, tapi Petugas pun langsung meminta pemilik kios dan PKL untuk menutup kembali usahanya. Jika nekat, seluruh dagangan akan dibawa paksa ke Kantor Satpol PP, untungnya mereka patuh,” ujarnya.

Dijelaskan, selama penutupan pasar, pihaknya bersama tim gabungan melakukan patroli setiap tiga jam sekali. Tujuannya, untuk memastikan tidak ada seorang pedagang pun yang nekat berjualan di pasar tersebut. (wan)