Pelanggaran Lalu Lintas di Tengah Pandemi Covid-19 di Sragen Masih Cukup Tinggi, Kesadaran Masyarakat Perlu Ditingkatkan

TEPIANINDONESIA.COM- SRAGEN-Kesadaran masyarakat akan pentinganya keselamatan berkendara di Sragen masih kurang, terbukti selama operasi patuh 14 hari masih banyak masyarakat di Kabupaten Sragen melanggar lalulintas. Ada 600 orang ditindak oleh pihak kepolisian polres Sragen.

Selain itu, ada tiga kejadian selama 14 hari, 3 meninggal dunia, luka berat nihil, luka berat 49, kerugian material 23.400.000 tahun 2020 ini kejadian laka lantas 35, 2 meninggal dunia, luka ringan 38, kerugian material 13.950.000 menurun banyak sampai 30%

Menurut Kasat Lantas Polres Sragen AKP Sugiyanto kesadaran masyarakat masih kurang akan pentingnya keselamatan dalam berkendara,”Patuh saat ada operasi saja bisa tertib, kesadaran secara pribadi saya anggap belum. Karena ada petugas masyarakat baru tertib,”kata AKP Sugiyanto, Kamis 6 Agustus 2020.

Adapun pelanggaran lalulintas terjadi dijam-jam tertentu di sepanjang jalan raya kota Sragen,”Contohnya kalau pagi jam 7 sampai jam 7:30 sepanjang jalan raya Sukowati tertib. Lampu merah mereka berhenti, pakai helm, pakai masker. Tapi coba diatas jam 11 sampai jam 12 ini masyarakat di jalan raya Sukowati tidak pakai helm maupun helm bahkan mereka pada melanggar lampu merah itu masih banyak,”bebernya.

Pentingnya kesadaran masyarakat dalam membantu menekan angka kecelakaan, karena selama ini angka kecelakaan lalulintas di Solo raya Sragen sangat tinggi,”Jadi masyarakat itu masih tergantung dengan petugas, kesadaraan masih kurang. Hanya takut karena ada petugas saja.
Sebenarnya bukan itu, sebetulnya dengan seringnya di operasi akan memberikan kesadaran pada masyarakat, ada atau tidaknya petugas ya itu merupakan kebutuhan,”ujar Kasatlantas.

Adapun tindakan teguran selama operasi patuh 14 hari diwilayah hukum Polres Sragen ada 385 teguran baik tertulis maupun lesan, selain itu pembagian masker juga dilakukan ada 1100 dibagikan di beberapa titik seperti pasar maupun di sepanjang raya Sukowati yakni dari Bloran sampai dengan terminal lama Sragen.

“Kita disamping prevensif dan preventip selain pembagian masker pada masyarakat agar masyarakat terhindar dari Covid-19 ini.
Bukan semata operasi patuh ini tidak hanya penegakan hukum saja,”ujarnya.

Penindakan juga dilakukan pada masyarakat yang bandel enggan memakai masker saat keluar rumah, boncengan lebih dari satu, pelanggaran belok kiri jalan terus, padahal tidak ada rambu-rambu jalan,”Ada beberapa yang lain seperti over bodem karena baru sekali lewat dan sebagainya itu kita lakukan teguran tertulis.

Selain itu parkir bukan pada tempatnya seperti parkir di trotowar itukan bukan tempatnya, karena trotowar itu untuk pejalan kaki kita berikan teguran agar tidak terulang, kalau kita lihat itu melanggar HAM juga itu, karena trotowar buat pejalanan kaki tapi dibuat untuk jualan dan parkir,”bebernya.

Tidak hanya itu, kedepannya juga bakal dilakukan kerja sama antara Lantas dengan Dishub, Satpol PP untuk menertibkan pelangar yang masih terjadi.”Kalau sanksi yang jualan yang akan menertibkan adalah Satpol PP, mungkin dagangannya diangkut. Kalau Polri hanya menghimbau teguran tertulis itu,”terangnya.

Penindakan kenalpot brong juga tidak luput dari penindakan yang dilakukan polisi ada puluhan kenalpot brong terjaring razia selama operasi patuh,”Kenalpot selama operasi saya menindak sekitar 50 kenalpot, kenalpot yang terkena razia diwajibkan ditinggal, dan menganti kenalpot yang s tandart,”ujarnya. (reporter: Huriyanto)