Polda Jateng Tangkap Bos Semut Rangrang CV. MSB Sragen, Ini Kata Investor yang Rugi Ratusan Juta

TEPIANINDONESIA.COM- SRAGEN-Tim Polda Jawa Tengah menangkap Sugiyono, Bos CV. Mitra Sukses Bersama (MSB) yang bergerak di bidang investasi peternakan semut rangrang. Investasi yang diduga bodong ini beralamat di Kampung Kroyo, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Penangkapan Sugiyono sendiri dilakukan pada Senin 3 Agustus 2020. Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa gudang CV. MSB Semut Rangrang milik Sugiyono terlihat tertutup dan bahkan salah satu gudang masih terdapat garis polisi di depan pintu. Sementara kondisi di dalam gudang tampak melompong.

Akibat penutupan dan penahanan terhadap pemilik CV MSB tersebut, sejumlah mitra yang telah menginvestasikan uangnya ke CV MSB menyatakan tutup. Para mitra sempat dijanjikan uangnya akan dikembalikan dengan cara diangsur.

“Nyatanya sampai sekarang belum pernah terealisasi. Malah Pak Giyono ditahan polisi. Ini belum tahu nasib kami nanti, jelas Marno salah satu warga yang tidak jauh dari lokasi gudang ternak rangrang.

Marno tertarik berbisnis semut rangrang CV MSB karena tergiur iming-iming pendapatan besar. Setiap satu toples semut yang dihargai Rp 1,5 juta, akan dibeli lagi oleh CV MSB seharga Rp 2,2 juta setelah lima bulan.

“Jadi panennya setiap lima bulan. Sekali panen kita laba Rp 700 ribu. Pertama kali saya beli sekitar 30-an paket semut rangrang seharga Rp 50 juta,” bebernya.

Awalnya bisnis ini berjalan sesuai yang dijanjikan. Sejak bergabung medio 2018 lalu, Marno mengaku sudah merasakan empat kali masa panen, sebelum akhirnya CV MSB dinyatakan tutup.

“Tapi sekalipun belum pernah merasakan hasilnya. Karena seluruh uang plus laba saya masukkan lagi untuk beli paket semut yang baru, harapannya agar dananya semakin berkembang,” tuturnya.

Marno juga menambahkan rela menjaminkan sertifikat tanahnya demi mendapatkan dana segar untuk investasi. Tak hanya itu, uang tabungan anaknya pun ikut dijadikan modal investasi.

“Total uang saya di MSB sebesar Rp 495 juta. Sejak ditutup sampai sekarang tidak ada kejelasan. Padahal setiap bulan saya harus mikir angsuran di bank,” keluh pria yang kesehariannya bekerja serabutan ini.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo saat dihungi wartawan membenarkan penangkapan bos CV.MSB. “Ya (ditahan, Red). Pihak Polda yang menangani,” ujarnya, Rabu 12 Agustus 2020. (reporter: Huriyanto)