Tepat HUT RI Ke-75, 29 Warga Sragen Dinyatakan Positif Corona

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Angka covid-19 di Sragen kembali meledak, bertepatan di hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia (RI) pada Senin 17 Agustus 2020 masyarakat Sragen sebanyak 29 warga dinyatakan positif terkonfirmasi covid-19 di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Tambahan 29 warga positif covid-19 hari ini mencetak rekor tertinggi sepanjang berlangsungnya wabah covid-19 atau Corona di Bumi Sukowati.

Angka lonjakan yang sangat tinggi itu meliputi tenaga medis dan petugas di RSUD yang terkonfirmasi positif. Selain tenaga kesehatan (nakes), ternyata ada juga satpam, cleaning service (CS).

Dirut RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto didampingi Wadir Udayani dan Joko Haryono, mengatakan dari hasil swab yang diterima dari RSUD Moewardi Solo, Senin (17/8/2020), total ada 19 orang petugas di RSUD Sragen yang terkonfirmasi.

Dari 19 itu, ada 13 tenaga medis, kemudian dua orang cleaning service, satu security, satu petugas pendorong, satu administrator dan satu residen.

“Kemudian setelah itu, kemarin siang itu juga kita rapatkan direksi dengan tim covid RSUD. Ada PPI, ada pelayanan maka kami ambil beberapa keputusan. Di antaranya untuk Nakes yang positif, diisolasi kita tempatkan semua di bangsal teratai. Sebelum isolasi kami lakukan pemeriksaan lab dan rontgen thorax,”kata Dirut RSUD Sragen, Selasa 18 Aguatus 2020.

Didik juga menyampaikan bangsal atau ruangan teratai, sementara digunakan untuk isolasi Nakes RSUD yang terpapar covid-19.

Sementara, ruangan atau Bangsal Rosella yang dicurigai menjadi biang penularan karena ada satu pasien positif yang meninggal beberapa hari lalu, masih dilakukan lockdwon.

“Lockdown dalam arti tidak menerima tambahan pasien masuk ke sana. Pasien yang ada di sana diselesaikan di sana. Kemudian petugas kesehatannya dikover baru semua,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui wartawan menyampaikan bahwa 29 orang positif corona di dominasi dari perawat,”Lonjakan covid-19 kemarin 29 itu didominasi oleh tenaga kesehatan kita baik yang bekerja di rumah sakit negeri ataupun swasta,”jelasnya. (reporter: Huriyanto)