WISATA BARU DI SRAGEN UNTUK AKHIR PEKAN: INI KEBUN BUAH JAMBU AIR BANARAN PERTAMA DI KOTA SRAGEN

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kebun buah jambu air di Dukuh Sumberagung, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah milik Widodo (40) kini menjadi detinasi wisata alam berbasis kebun buah di timur ujung kota Sragen.

Kebun Buah Jambu Air Banaran namanya, dapat dijangkau hanya 20 menit dari Sragen Kota, kebun buah milik Widodo ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Ditemui wartawan, Widodo menyampaikan bahwa kebun buah jambu air miliknya itu berdiri di lahan seluas 7000 meter yang terbagi dua petak. Ada sekitar 1.000 pohon jambu air yang ditanam di lahan yang berlokasi hanya 200 meter dari jalan raya Sragen-Ngawi dan mulai ditanam sejak tahun 2018.

“Iya mas, disini ada tiga jenis jambu air. Yaitu jambu air madu deli hijau, jambu air dalhari dan jenis Taiwan super green. Tapi yang saat ini produksi dan menjadi andalan kami adalah jambu air madu deli hijau, rasanya sangat manis dan renyah serta tidak ada bijinya,”kata Widodo, Sabtu 15 Agustus 2020.

Selain itu, Widodo juga mengaku memilih memberdayakan jambu air karena komoditas buah itu relatif jarang dibudidayakan di Sragen dan sekitarnya.

Wisata yang datang ke kebun buah Banaran bertujuan juga untuk wisata alternatif kunjungan atau rekreasi keluarga.

Yakni pengunjung bisa datang, melihat-lihat kebun dan buah, berfoto selfi hingga petik serta makan buah langsung di lokasi.

“Saya rintis ini karena kita sering studi banding kebun buah ke luar Sragen dan Sragen hanya jadi penonton saja. Lalu saya punya gagasan kenapa tidak menciptakan sendiri. Akhirnya saya sewa lahan dan merintis kebun buah jambu air ini,”ujarnya.

Kebun jambu air Banaran diperkirakan masa panen akan berlangsung selama 9 bulan ke depan. Sehingga masyarakat atau pengunjung bisa menikmati wisata buah tanpa henti selama 9 bulan mulai Agustus sampai Maret 2021.

“Ini sedang panen raya skala besar dan nanti sampai 9 bulan. Alhamdulillah meski kami kenalkan hanya lewat media sosial, tiap hari libur dan akhir pekan sudah banyak pengunjung yang datang. Ada yang dari lokal Sragen, Ngawi dan sekitaran Solo Raya,” terangnya.

Sementara untuk harga jambu air di banaran Sragen dibanrol Rp 40000 perkilo, dan pengunjung bisa petik dan makan langsung ditempat, maupun dibawa pulang.

Sementara itu, Parjono (38) warga Jogorogo, Ngawi penasaran dejgan jambu air ukuran jumbo jauh jauh datang penasaran dan peyik langsung,”Saya dari Ngawi mas, ini penasaran aja makanya saya kesini sama keluarga saya mumpung libur kerja. Buahnya benar benar mantap mas dan tempatnya sangat nyaman sekali enak buat bersantai bareng keluarga,”ujarnya. (reporter: Huriyanto)