Start-Finish di Manahan Solo, Muhammad Dawud Berhasil Gowes Keliling Pulau Jawa dengan Jarak Tempuh Jarak 1.945 Kilometer

TEPIANINDONESIA.COM-SOLO-Muhammad Abu Dawud atau lebih dikenal dengan Mad Click berhasil bersepeda keliling Jawa dengan menempuh jarak 1.945 kilometer. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penggalangan dana untuk membantu tenaga medis melawan Covid-19 serta memeriahkan HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dawud memulai perjalanannya pada 15 Agustus 2020 dengan start dari kawasan Manahan. Perjalanan panjang mengelilingi pulau Jawa melewati 17 kota dan 8 kabupaten. Rute yang dilewati Solo-Semarang-Cirebon- Jakarta-Bogor-Bandung-Tasikmalaya-Cilacap-Jogja-Wonogiri-Tulungagung- Blitar-Malang-Nganjuk-Solo.

Pada 22 Agustus 2020 ia berhasil menyentuh finish di kawasan Manahan pada pukul 19.30 WIB. Adapun estimasi yang sudah diprediksi sebelumnya yakni selama enam hari. Namun dikarenakan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan prediksi tersebut harus mundur.

“Pada awalnya memang tidak ditargetkan, untuk target pribadi hanya enam hari. Namun karena ini peralihan cuaca dan diluar prediksi maka harus mundur. di beberapa kota saya mendapat beberapa sambutan, harus live di media, kemudian harus nunggu hingga akhirnya mundur untuk beberapa hari,” ungkap Dawud, Sabtu 22 Agustus 2020.

Bagi Dawud tantangan terbesarnya dalam menempuh perjalanan ini adalah cuaca. Di hari kedua, turun hujan di Bekasi. Di puncak sempat mengalami penurunan suhu yang membuat dia harus menepi untuk menunggu suhu meningkat bisa melanjutkan perjalanannya. Untuk jalur selatan seperti biasa khasnya yaitu panas dan angin, namun pada kali ini angin bertiup lebih kencang dari biasanya.

“Ini di luar prediksi saya, sebenarnya ini hanyalah sebuah obsesi pribadi namun karena dukungan teman-teman dan media. Kemudian bisa menjadi nasional. Hingga akhirnya perjalananan ini dibuat acara donasi. Banyak yang merespon positif dari masyarakat,” ujarnya.

Dawud berharap untuk komunitas sepeda di Kota Solo semakin kompak, guyup rukun, dan bisa menjadi contoh pengendara yang lain dengan beretika yang baik. Kemudian dapat menghormati kendaraan yang lain, dengan beretika secara baik dan tidak menjadi arogan karena banyaknya teman yang mengikuti kegiatan bersepeda. (Kristiadi)