Penasaran Wisata Taman Bunga yang Sempat Viral? Datang Saja ke Desa Timpik Susukan Semarang

TEPIANINDONESIA.COM-SEMARANG-Meski berada di pinggiran, namun Desa Timpik, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, tidak boleh diremehkan. Sebab, desa tersebut memiliki potensi alam yang layak untuk dikunjungi.

Yakni sebuah taman bunga yang sempat viral akhir-akhir ini. Desa ini merupakan sebuah desa pinggiran yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Daerah yang bisa di bilang belum dikenal banyak orang tersebut kini menjadi melejit berkat adanya wisata baru tersebut.

Wisata ini cukup dikenal masyarakat karena terdapat berbagai spot wisata yang bisa dibilang instagramable. Terutama bagi anak muda yang haus akan konten tentu tempat ini menjadi tempat yang menarik untuk di kunjungi.

Wisata ini didirikan atas gagasan para pemuda untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Sehingga tanah dapat menghasilkan keuntungan dan membuat Dusun Genen, Desa Timpik menjadi terkenal.

Muhamad Irsyadi (23), salah satu pemuda desa setempat kemudian menghubungi koleganya, yakni Wakil Ketua Umum Pemuda Tani HKTI Didik Setiawan untuk mewujudkan ide membuat pertanian modern atau agrobisnis yang menguntungkan.

“Melalui gagasan tersebut berdirilah sebuah wisata taman bunga tersebut dengan konsep The Green Farm. Di mana bibit bunga celosia dan bunga matahari yang bisa dibilang cukup menarik dan perawatannya juga mudah,” katanya Senin 24 Agustus 2020.

Tanaman tersebut ditanam sedemikian rupa, sehingga orang bisa berjalan di sela-sela tanaman. Selain itu sistem pengairannya juga dikelola dengan baik sehingga setiap tanaman cukup air dan tumbuh dengan subur.

Harga tiket untuk masuk ke tempat ini bisa dibilang cukup terjangkau untuk semua kalangan.Dimana pada awalnya harga tiket masuk hanya Rp 5.000/orang, dan seiring melonjaknya pengunjung kini tiket masuk berubah menjadi Rp 8.000/orang.

“Dengan kenaikan tarif tersebut masih bisa dibilang sangat terjangkau, apalagi setiap pengunjung akan mendapatkan air mineral sebagai fasilitas penunjang,” jelas dia.

Dengan harga tiket masuk yang cukup terjangkau tersebut pengunjung sudah bisa mendapakan spot-spot foto yang instagramable yang tentu menjadi kebutuhan anak milenial yang haus beronten. Selain bisa mendapatkan spot foto ditempat ini juga disediakan arena bermain, dan outbound yang bisa digunakan untuk melepas jenuh.

Di sisi lain dengan didirikannya tempat wisata ini, juga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar. Ada yang bisa beerja sebagai perawat tanaman, penjaga, pengelola parkir, dan lainnya. Setiap hari, puluhan warga lainnya juga bisa mendapat penghasilan dengan menjajakan makanan dan minuman kebutuhan para pengunjung.

Pada masa pandemi Covid-19, protokol kesehatan juga tetap diterapkan. Sehingga jika berwisata di tempat ini kita tetap bisa merasa aman meskipun sedang berada di luar rumah. Dan tentu dapat membuat masyarakat dapat menikmati hiburan murah dan tetap bisa tersenyum bersama keluarga.

“Jadi tempat ini sangat recommended jika kita ingin berwisata atau sekedar melepas penat setelah masa karantina yang harus membuat kita melakukan segala aktivitas di rumah,” jelasnya. (Rizka Amalia Putri)