Musim Kemarau Tiba, Sebagian Wilayah di Sragen Mulai Alami Krisis Air Bersih

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejumlah wilayah di Sragen mulai mengalami krisis air bersih. Bencana tahunan musim kemarau ini mulai dirasakan oleh sejumlah warga di utara Bengawan sejak beberapa minggu ini.

Berdasarkan pantauan dilapangan sejumlah Desa atau kecamatan yang kondisinya sudah mulai memprihatinkan yakni di Desa Gilirejo Lama, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Warto Tuprok (63) salah satu warga Desa Gilirejo Lama menyampaikan, sejak satu bulan ini sumber air di sumur habg bwrada di pekarangan rumah miliknya kini sudah tidak ada airnya,” Sudah ada satu bulan ini air sumur di tempat saya sudah tidak ada airnya, sumur dengan kedalaman 20 meter ini kini sudah kering dan memprihatinkan,” katanya Rabu 9 September 2020.

Menurut Warto, demi mencukupi kebutuhan air sehari-hari ia harus membeli air galon. Tentu harganya juga cukup mahal di musim kemarau seperti ini, tidak hanya itu Warto juga membeberkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian ia bersama istri dan anaknya yang baru duduk di kelas 1 SMP mengunakan air Waduk Kedung Ombo ( WKO ) untuk keperluan itu.

“Untuk mandi dan mencuci baju warga sini terutama keluarga saya mengunakan air waduk kedungombo mas, sementara untuk minum dan masak kita beli air galonan dengan harga 5 ribu rupiah pergalon dinorang kelilingan pakai motor itu,” bebernya.

Terpisah, keluhan serupa akan sulinya mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi juga dikeluhkan oleh warga Ngrombo, Tangen, Sragen.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kades Ngrombo Joko Mulyono pada wartawan. Menurutnya sudah ada tiga Kadus yang saat ini mulai mengalami kelangkaan air bersih.

“Iya benar, saat ini beberapa kebayanan kita sudah mulai mengalami kekeringan air bersih,”ujarnya.

Pihaknya sudah berusaha untuk membuat sumur dalam dan menggajukan bantuan untuk penangan kekeringan air bersih di wilayahnya. “Ada Ngemblak, Lingga, Ngrombo, sudah berupaya mencari sumber air maupun meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten, karena ini musibah alam yang terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Berdasarkan data selama ini wilayah yang menjadi langanan kekeringan air bersih di kabupaten Sragen yakni Kecamatan Miri, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen, Jenar. (reporter: Huriyanto)