PSBB Jakarta 14 September 2020 Berdampak Besar Bagi Pengusaha Batik Asal Sragen Jawa Tengah, Ini Alasannya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengelurkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) pada 14 September 2020.

Kebijakan ini diambil akibat melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah Jakarta. Akibat kebijakan ini sejumlah pengusaha Batik asal Sragen Jawa Tengah terpukul dan mengalami kerugian yang sangat besar.

Hal itu disampaikan oleh pengusaha batik asal Dukuh Kuyang, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Eko Suprihono, Selasa 22 September 2020.

Dikatakan, sejak pandemi awal Februari lalu, puncaknya bulan Juni-Juli di mana omzet anjlok drastis lantaran orderan sepi sekali. “Karena saat ini pelanggan besar batik di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, banyak yang ditutup karena PSBB dan sebagainya, banyak pengusaha batik sini yang jualan di Tamprin City dan Pasar Tanah Abang sangat terpukul penjualanya,” kata pemilik pabrik batik Brotoseno, ini.

Hingga saat ini banyak pengusaha batik asal Sragen berharap Jakarta bisa kembali masuk zona hijau dan pergerakan ekonomi kembali normal.

“Sebenarnya kalau jakarta bisa kembali hijau, mungkin penjualan batik disana bisa kembali bangkit lagi. Tahun ini saja pameran batik disana kita cancel semua akibat covid ini, sebelum PSBB ini juga batik disana penjualannya sudah mulai merangkak naik,” bebernya. (reporter: Huriyanto)