KRISIS AIR BERSIH: Polres Sragen Bantu Air Bersih untuk Warga di Wilayah Sragen Utara

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen, sejak 3 bulan lalu warga di 7 kecamatan di Sragen ( Miri, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen, Jenar ) mengalami kekeringan air bersih.

Melihat kondisi itu, Polres Sragen dimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo melakukan droping air bersih diwilayah krisis air, salah satunya di wilayah kecamatan Tangen.

Sebanyak 10 tangki air bersih yang dibagikan ke 10 titik. Di antaranya yakni Dukuh Grobogan rt. 09A dan rt.09B, Dukuh Brakbunder rt.10, Dukuh Mangir rt.4, Dukuh Pucung rt.8, Dukuh Sidodadi rt.8A, Dukuh Banjarrejo rt.07, Dukuh Bugel rt.15, dan Dusun Dukuh rt.11.

Semuanya berada di Desa Katelan dan Tangen, Kecamatan Tangen. Kapolres mengatakan program andum tirto itu digelar sebagai wujud kepedulian Polres Sragen terhadap kesulitan masyarakat di wilayah kekeringan yang saat ini dilanda krisis air bersih.

“Harapan kami bantuan air bersih tersebut bisa bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Mengingat dari tahun ke tahun daerah ini kerap minim air,” kata Kapolres, Rabu 30 September 2020.

Kapolres menuturkan droping air bersih akan terus dilakukan di beberapa wilayah di Kabupaten Sragen yang terdampak kekeringan.

“Air merupakan kebutuhan utama masyarakat, maka ini akan terus kita lalukan untuk “Andum Tirto” atau berbagi air bersih di berbagai wilayah,”ujarnya.

Terpisah, raut wajah Satinem (65) warga Dukuh Sugihan, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen tampak begitu sumringah.

Tangan kanannya sibuk mengambil air dari tandon terpal yang diisi oleh tangki droping air dari Polres Sragen. Air itu kemudian dituangkan ke wadah jeriken, klenting hingga kotak magic com yang ia bawa.

Bersama belasan warga lain, nenek renta itu tampak bersemangat mengisi wadah airnya. Sementara warga lain juga membawa wadah air untuk dibawa ke rumah masing-masing.

“Seneng sak pole lah Mas. Sejak bar bakdo (usai Lebaran) air sangat susah di sini. Tiap hari harus ambil air dari sumur jarak 1 kilometer. Saya sudah nggak kuat, cucu saya yang ambil ke sumur. Makanya mumpung ada bantuan ini, semua wadah saya bawa Mas,” ujarnya.

Mbah Satinem, warga Desa Dukuh, Tangen saat membawa air dengan klenting dan wadah bekas cat dari bantuan droping air bersih Polres Sragen.

Senada, Sri Wahyuni (35) warga Dukuh Sugihan, RT 12, Desa Dukuh juga mengaku sangat senang mendapat bantuan droping air. Dengan bantuan itu, dirinya tak lagi susah payah mencari air dari sumur yang tersisa.
Jarak sumur ke rumahnya ada sekitar 300 meter. Itu pun terkadang harus mengantri dengan warga lain.

“Seneng banget dapat air dari Pak Polisi. Sudah sekitar 3 bulan ini sudah air. Pamsimas sudah nggak nyala. Ini saya bawa jeriken dan ember. Mumpung dekat dari rumah dan tinggal ngambil. Ini nanti buat mandi dan nyuci. Saya sama anak cucu ambilnya ini,” tuturnya.

Wilayah Desa Dukuh memang menjadi potret salah satu desa di Sragen Utara yang hampir tiap tahun menjadi langganan krisis air bersih. Selain di Dukuh, ada Desa Katelan yang tadi juga digelontor bantuan droping air. (reporter: Huriyanto)