Aktivitas Merapi Terus Meningkat, Pengungsi Merapi di Boyolali Terus Bertambah

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi, maka bertambah pula kewaspadaan masyarakat yang berada di di kawasan rawan bencana (KRB) III. Ada beberapa wilayah Kabupaten Boyolali khususnya di Kecamatan Selo yang masuk ke dalam KRB III yakni Desa Klakah, Jrakah, dan Tlogolele.

Sebagai langkah mengantisipasi aktivitas gunung yang berstatus siaga ini, maka masyarakat di KRB III mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pengungsi Desa Klakah sejumlah 176 orang telah mengungsi ke Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) desa setempat. Warga yang mengungsi berasal dari Dusun Sumber yang berjarak hanya 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan Dusun Bakalan yang berjarak 3,5 hingga 4 kilometer.

“Sementara ini yang kita tempatkan di TTPS adalah balita, lansia dan ibu hamil,” ungkap Kepala Desa Klakah, Marwoto saat ditemui di TTPS desa setempat pada, Senin (16/11/2020).

Di tempat terpisah, tepatnya di TPPS Desa Tlogolele juga telah digunakan oleh 277 warga untuk mengungsi. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena informasi terkini dari perkembangan Gunung Merapi.

“Kemarin ada sosilalisasi dari BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) terkait Merapi terkini, maka mungkin hal itu juga akan menambah kesiapsiagaan masyarakat,” terang Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tlogolele, Naigen Achta Nur Edi Saputra.

Desa Tlogolele memiliki empat dusun yang berjarak cukup dekat dengan puncak Gunung Merapi. Antara lain ada Dusun Stabelan yang berjarak 3 kilometer, Dusun Takeran yang berjarak 4 kilometer, Dusun Belang dan Gumuk yang berjarak 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. (wan)