RAPATKAN BARISAN, LASKAR SANTRI NU SRAGEN SIAP JAGA NKRI dan KIAI

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Para santri dari komunitas jaringan santri Nahdlatul Ulama (NU) di Sragen menggelar doa bersama Minggu 22 November 2020. Pada kesempatan itu mereka juga menyampaikan pernyataan sikap untuk keselamatan bangsa dan keutuhan NKRI.

Acara yang digelar di halaman Masjid Kauman Sragen ini diikuti puluhan orang dan jajaran pengurus PCNU Sragen.

Dalam orasinya, sejumlah santri tersebut mengecam dan menolak dakwah dan ungkapan-ungkapan provokatif dari orang, komunitas maupun kelompok apapun.

Pernyataan sikap itu disampaikan oleh jaringan santri dari 15 kelompok yakni Laskar Sapu Jagad Tangen, Laskar Santri melek wengi Sidoharjo, Laskar komonitas melek wengi Sidoharjo, Laskar Langit Sidoharjo, Laskar Kyai Balak Karang Malang, Laskar Kyai Jisam Gondang Laskar Nyi Ageng Serang Sumberlawang.

Kemudian Laskar kyai Jalal Kalijambe, Laskar Sendiko Dawuh Sragen Kota, Laskar Pendem Sukowati Karang Malang, Laskar Mataram Sidoharjo, Laskar Singo Modo Jenar, Laskar Kyai Pleret Sragen Kota, Laskar Nyi Ageng Srengi Sragen Kota.

Ada lima pernyataan sikap yang disampaikan. Di antaranya laskar santri siap sedia menjadi benteng untuk menjaga marwah, kehormatan para kyai, ulama, dan habaib dalam melaksanakan tugas suci mensyiarkan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Kemudian menghimbau kepada seluruh mub penceramah mengedepankan dakwah Bil Hikmah Wal Mauidotil Khasanah.

“Berdakwah dengan cara merangkul, bukan memukul. Saling mengargai dan menghormati tanpa membedakan suku, ras, agama dan profesi. Sebab agama tidak mengajarkan kebencian, tetapi menebarkan rasa kasih sayang,” kata Endro Supriyadi selaku Ketua PC NU Sragen, pada Wartawan.

Kemudian sebagai santri, pencinta kyai, ulama, dan habaib, para santri menyayangkan pola dan metode dakwah yang senantiasa mengedepankan ungkapan provokatif, ujaran kebencian, rasa permusuhan serta merendahkan kelompok dan golongan.

Menolak segala bentuk kegiatan dan upaya merorong pemerintah Indonesia. Dan bersama aparat penegak hukum, siap menjadi benteng, menghadang kelompok radikalisme, garis keras dan
intoleran yang menimbulkan ketidakstabilan nasional.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Indonesia, untuk melajutkan program kerja demi terwujudnya masyarakat adil dan sejahtera. Serta terindar dari segala fitnah dan mara bahaya,” ujarnya.

Endro menambahkan pernyataan sikap itu dilakukan merespon situasi kebangsaan ini termasuk soal pandemi krisis ekonomi yang belum stabil.

Termasuk situasi sosial politik yang belakangan banyak diwarnai demo menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab.

“Apapun komunitas, kelompok atau kegiatan apapun yang meronrong pemerintah, harus ditindak tegas,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)