INI CARA BAZNAS SRAGEN AJAK MASYARAKAT TERUS PEDULI TERHADAP SESAMA

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Dalam ajaran Islam terkait zakat, ada dua kelompok atau golongan yang sebenarnya sangat bertolak belakang.

Yakni mustahiq atau yang berhak menerima zakat dan muzakki atau mereka yang berkewajiban mengeluarkan zakatnya.

Meski demikian, Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) mencoba mendorong agar golongan mustahiq bisa menjadi muzakki. Salah satunya dengan pemberian bantuan bagi kelompok-kelompok yang membutuhkan pemberdayaan.

Seperti yang dilakukan terhadap 28 kelompok ibu-ibu PKK, Rabu (25/11/2020). Mereka mendapat berkah bantuan peralatan usaha berikut uang tunai sebagai modalnya.

Tak tanggung-tanggung, total ada Rp 71.704.000 yang diperbantukan untuk 16 kelompok TP PKK dari berbagai wilayah. Ketua Baznas Sragen, Untung Mardikanto mengatakan bantuan yang diberikan terdiri dari 16 mesin jahit serta modal uang tunai masing-masing kelompok jahit Rp 500.000.

Kemudian ada peralatan masak mulai blender, mixer, gilingan daging, mie, seller, kompor, tabung gas 3 kilo, regulator, wajan, panci, dandang, timbangan kue bagi kelompol usaha kuliner serta uang tunai masing-masing Rp. 1.000.000,- per kelompok.

“Total kelompok jahit adalah 16 kelompok dan masak adalah 12 kelompok. Dana bantuan ini berasal dari dana zakat ASN, Pegawai BUMD dan KODIM Kabupaten Sragen,” jelasnya,Kamis 26 November 2020.

Untung kemudian menjelaskan tak hanya peralatan, para kelompok PKK itu juga diberikan bantuan berupa pelatihan keterampilan. Pelatihan digelar bekerjasama dengan Disnaker Sragen dan sudah berjalan 2 tahun lebih.

Pelatihan yang digelar meliputi keterampilan menjahit, jasa boga dan rias atau make up. Semua bantuan diserahkan dalam bentuk sarana prasarana kecuali modal usaha.

“Misalnya mesin jahit untuk 16 kelompok PKK, kita wujudkan langsung mesin jahit biar lebih mengena. Tiap mesin nanti untuk 4 orang sekalian modalnya Rp 500.000. Yang jasa boga juga sama kita bantu peralatan dan modal,” terangnya.

Lebih lanjut, Untung menjelaskan semua bantuan itu diberikan dengan tetap dilakukan pendampingan dan monitoring. Selama dua tahun ke depan, semua kelompok penerima akan dipantau kegiatannya serta keberadaan produksinya.

Hal itu dimaksudkan agar apa yang sudah dibantukan bisa berdaya guna dan berfungsi sebagaimana tujuannya.

“Tujuannya kami berikan bantuan komplet dari pelatihan, peralatan dan modal itu agar mereka ibu-ibu PKK itu kita dorong lebih produktif. Jangan sampai yang kita beri malah nggak dipakai. Harapannya yang jahit ya bisa menghasilkan produk atau jasa, yang boga ya bisa menghasilkan. Sehingga tujuan akhirnya mengangkat kesejahteraan mereka. Harapannya dengan makin sejahtera, mereka yang mungkin sebelumnya masih mustahiq nanti ke depan bisa berubah jadi muzakki,” jelasnya. (reporter: Huriyanto)